Cerita Rifat Bangun Wisata Halal Indonesia, Demi Bantu Turis Muslim
Pengembangan wisata halal di tengah derasnya arus globalisasi dihadapkan pada beragam tantangan.
(Kompas.com) 26/09/24 18:46 15602414
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan wisata halal di tengah derasnya arus globalisasi dihadapkan pada beragam tantangan.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan muslim yang mencari pengalaman perjalanan yang sesuai dengan prinsip syariah, penting untuk mengembangkan destinasi wisata halal yang memenuhi harapan dan kebutuhan.
Pendiri platform penyedia layanan wisata halal, Wisata Halal Indonesia (WHI) Rifat Perdana melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang di samping memfasilitasi para wisatawan, khususnya wisatawan muslim untuk bisa berwisata tapi tak khawatir untuk tetap menjaga ibadah.
Dok. Pexels/Alifia Harina Ilustrasi wisatawan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)."Saya memang suka travelling, tapi seiring berjalannya waktu kok agak jarang travel atau agen perjalanan yang suka memandu, di sini lho tempat ibadah, bagaimana jalani ibadah saat wisata ke luar negeri. Nah, saya akhirnya berpikir, apa enggak bikin sendiri saja ya," kata Rifat dalam keterangannya, Kamis (26/9/2024).
Rifat menyatakan, kehadiran WHI memberikan solusi kepada kaum muslim untuk tetap bisa menunaikan salat, makan makanan halal saat jalan-jalan, utamanya di luar negeri.
"Jadi, kami pandu mereka. Lalu, kami juga mengunjungi teman-teman komunitas muslim di daerah-daerah yang bukan mayoritasnya," jelas dia.
Rifat mengaku, awalnya sangat sulit bagi Wisata Halal Indonesia untuk mewujudkan itu semua.
"Akhirnya kami lakukan survei-survei terhadap restoran, tempat ibadah baik dalam maupun luar negeri. Kesulitan lain ialah mencari tim terutama Tour Leader yang sevisi dengan perusahaan kami," tutur Rifat.
#wisata-halal #wisata-halal-indonesia #destinasi-wisata-halal