JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan wisata halal di tengah derasnya arus globalisasi dihadapkan pada beragam tantangan.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan muslim yang mencari pengalaman perjalanan yang sesuai dengan prinsip syariah, penting untuk mengembangkan destinasi wisata halal yang memenuhi harapan dan kebutuhan.
Pendiri platform penyedia layanan wisata halal, Wisata Halal Indonesia (WHI) Rifat Perdana melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang di samping memfasilitasi para wisatawan, khususnya wisatawan muslim untuk bisa berwisata tapi tak khawatir untuk tetap menjaga ibadah.
Dok. Pexels/Alifia Harina Ilustrasi wisatawan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)."Saya memang suka travelling, tapi seiring berjalannya waktu kok agak jarang travel atau agen perjalanan yang suka memandu, di sini lho tempat ibadah, bagaimana jalani ibadah saat wisata ke luar negeri. Nah, saya akhirnya berpikir, apa enggak bikin sendiri saja ya," kata Rifat dalam keterangannya, Kamis (26/9/2024).
Rifat menyatakan, kehadiran WHI memberikan solusi kepada kaum muslim untuk tetap bisa menunaikan salat, makan makanan halal saat jalan-jalan, utamanya di luar negeri.
"Jadi, kami pandu mereka. Lalu, kami juga mengunjungi teman-teman komunitas muslim di daerah-daerah yang bukan mayoritasnya," jelas dia.
Rifat mengaku, awalnya sangat sulit bagi Wisata Halal Indonesia untuk mewujudkan itu semua.
"Akhirnya kami lakukan survei-survei terhadap restoran, tempat ibadah baik dalam maupun luar negeri. Kesulitan lain ialah mencari tim terutama Tour Leader yang sevisi dengan perusahaan kami," tutur Rifat.
Dok. AP I Ilustrasi wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali.Semua itu awalnya dilakukan oleh Rifat sendirian. Bahkan, awal mulanya kantor Wisata Halal Indonesia berada di sebuah garasi yang disulap menjadi tempat kerja.
Kini, dia memiliki 22 karyawan dan tiga kantor, yakni di Jalan Raya Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, lalu di Jalan Pengairan, Bekasi, dan Bandung. Kantor Wisata Halal Indonesia pun sudah terdaftar di laman resmi Kementerian Agama (Kemenag).
"Jadi awal mulanya saya sendiri, dan kini sudah memiliki 22 karyawan di tiga kantor tersebut. Alhamdulillah, pertumbuhan ekonominya pun naik sampai 300 persen omzetnya. Membuka opsi juga buat teman-teman muslim yang ingin jalan-jalan tapi tak lupa jaga ibadah. Apalagi kan kami memberikan pengalaman yang berbeda dengan mengunjungi teman-teman komunitas muslim dengan itu teman-teman jadi bersyukur hidup di Indonesia. Kami juga bertekad membangun travel tak hanya untuk leisure tetapi juga untuk berdakwah," sebut dia.
PT Wisata Halal Indonesia merupakan layanan travel berbasis digital khusus dibuat untuk destinasi-destinasi halal. Didirikan tahun 2017, WHI sudah membuka layanan ke destinasi-destinasi halal terfavorit seperti Jepang, Turkiye, destinasi domestik, dan umrah.