Ekonomi Daerah Tumbuh 10% Berkat Pengembangan Infrastruktur Penerbangan di Era Jokowi
Perkembangan konektivitas udara disebut ikut mendorong perekonomian daerah tumbuh 5-10% di era Presiden Jokowi. - Halaman all
(InvestorID) 26/09/24 23:32 15602863
JAKARTA, investor.id – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty mengungkapkan bahwa peningkatan konektivitas udara selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 10%.
“Kalau diperkirakan, rata-rata di seluruh Indonesia ini, dengan adanya konektivitas udara ini bisa menaikkan pertumbuhan sekitar 5-10%. Itu ekonomi daerah, secara year on year perekonomian daerah bisa tumbuh. Akibat adanya konektivitas udara,” ungkap Telisa, saat ditemui B-Universe, di Kampus FEB UI, Salemba, Jakarta, pada Kamis (26/9/2024).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi udara yang signifikan dalam 10 tahun terakhir ini memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat hingga ke wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Hal ini yang kemudian menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dampak ekonomi pembangunan fasilitas udara sampai ke wilayah 3T itu adalah memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti kita tahu banyak daerah-daerah terpencil itu yang tidak terjangkau dengan fasilitas darat dan laut sehingga dibutuhkan lewat udara,” katanya.
Pertama, Telisa mencontohkan masyarakat Papua yang ia sebut sangat terbantu dari sisi pemenuhan kebutuhan pokok melalui konektivitas udara. Kemudahan akses dan ketersediaan kebutuhan pokok ini bahkan berdampak kepada harga kebutuhan pokok yang menurun.
“Itu tidak bisa dinafikan ya, terbukti era beliau (Jokowi) ini, harga-harga kebutuhan pokok bisa dijaga, terutama di daerah terpencil juga. Selain harganya lebih terjangkau karena intensitas dari bandaranya, penerbangannya, konektivitasnya lebih baik, tentunya kepada ketersediaan menjadi lebih baik sehingga kepada harga lebih baik,” jelasnya.
Kedua, Telisa menyampaikan, konektivitas udara yang menjangkau wilayah 3T ini menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat lokal. Sumber pendapatan baru ini salah satunya berasal dari terbukanya peluang usaha dari aktivitas pariwisata.
“Jadi dengan membangun konektivitas udara hingga ke wilayah 3T itu juga wisatawan lebih bisa menjangkau daerah-daerah tersebut, karena ada wisatawan yang mencari tempat-tempat yang baru, yang belum umum. Memang tidak semasif pemenuhan kebutuhan pokok, tapi itu sudah ada dan dengan adanya wisata ini menciptakan pendapatan baru untuk masyarakat sekitar,” terangnya.
Ketiga, Telisa menilai, konektivitas udara dapat mengurangi ketimpangan pembangunan. Menurut dia, di era Jokowi, inklusivitas pembangunan bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri. “Jadi pembangunan tidak hanya untuk masyarakat perkotaan, tapi pembangunan untuk masyarakat yang lebih luas. Itu inklusivitas nya juga pasti muncul sebagai dampak,” tuturnya.
Keempat, terbukanya konektivitas udara juga dinilai dapat meningkatkan penerimaan pemerintah daerah dan pusat. Hal ini karena semakin luasnya peluang-peluang ekonomi baru yang menggerakkan nadi perekonomian lokal.
“Kalau tidak salah 41 rute penerbangan baru, kemudian 64 bandara baru di daerah 3T seperti salah satunya di Nabire, kita tahu pembangunan di Papua ini sangat mendorong perekonomian Papua untuk tumbuh. Ini salah satu contoh ya, bukti bahwa memang ini memberikan aspek ekonomi,” pungkas Telisa.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #infrastruktur-udara #transportasi-udara #ekonomi-daerah #pertumbuhan-ekonomi-daerah #presiden-jokowi #telisa-aulia-falianty #program-jokowi-10-tahun #berita-ekonomi-te