BKPM Genjot Investasi 18% untuk Dukung Target Pertumbuhan

BKPM Genjot Investasi 18% untuk Dukung Target Pertumbuhan

Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menggenjot investasi hingga 18% untuk menunjang target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. - Halaman all

(InvestorID) 27/09/24 07:44 15615389

NANNING, investor.id – Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menggenjot investasi hingga 18%. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/ BKPM Nurul Ichwan mengatakan, kenaikan investasi dapat menunjang target pertumbuhan ekonomi senilai 8% pada 2025.

"Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyebutkan berkali-kali, ekonomi Indonesia ditargetkan 8% atau lebih tinggi dari desain awal Badan Perencanaan Pembangunan Nasional,” ujar Nurul di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China pada Kamis (26/9/2024).

Demi mencapai hal tersebut, realiasi investasi yang harus dilakukan Indonesia tahun depan mencapai Rp 1.905 triliun atau naik 18%.

Hal ini diungkapkannya dalam Indonesia-China Investment Forum 2024 yang diselenggarakan oleh BKPM bekerja sama dengan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Guangzhou. Forum ini dihadiri sekitar 100 pengusaha.

Target realisasi itu bertambah dari target 2024 sebesar Rp 1.650 triliun. Adapun realisasi investasi hingga semester I-2024 sudah mencapai Rp 829,9 triliun atau 50,3% dari target dan telah berhasil menyerap lapangan kerja sebanyak 1.225.042 orang.

Realisasi investasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 408,2 triliun atau 49,2% dari total investasi. Sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 421,7 triliun atau mencapai 50,8% dari total realisasi.

"Tentu saja Indonesia tidak mungkin mencapai target itu sendirian. Itulah sebabnya kami harus bekerja sama dengan China. Dan China selama 5-6 tahun terakhir selalu berada di peringkat kedua dan ketiga investor terbesar di Indonesia," tambahnya.

Di posisi pertama dan ketiga adalah investasi asal Singapura dan Hong Kong. Namun, tidak tertutup kemungkinan perusahaan Singapura yang berinvestasi di Indonesia menginduk kepada China dan Hong Kong juga sesungguhnya adalah bagian dari China.

"Artinya secara total, saya cukup yakin China adalah investor terbesar di Indonesia. Itu sebabnya kami berterima kasih kepada China atas kontribusinya di Indonesia," ucapnya.

Ada sejumlah alasan kenapa Indonesia dapat dianggap sebagai negara tujuan investasi yang menjanjikan. Pasca pandemi, kata dia, Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5% per tahun.

Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam seperti nikel yang dibutuhkan untuk bahan baku kendaraan listrik (electric vehicle/ EV), yang merupakan industri utama China. Selain itu, kebijakan pemerintah Indonesia juga berpihak pada hilirisasi.

"Jadi, alasan-alasan tersebut dapat membuka peluang yang sangat luas bagi Anda untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah juga memberikan insentif seperti tax holiday, tax allowance, dan special economic zone bagi para investor," paparnya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bkpm #bkpm-genjot-investasi #investasi #target-pertumbuhan #target-pertumbuhan-ekonomi-8 #china #penanaman-modal #bni-investor-daily-summit-2024 #berita-ekonomi-terk

https://investor.id/international/374775/bkpm-genjot-investasi-18-untuk-dukung-target-pertumbuhan