Suku Bunga Acuan Turun, Bunga Kredit Bank Raya Bakal Turun?
Direktur Keuangan Bank Raya Rustarti Suri Pertiwi mengatakan, penurunan tingkat suku bunga acuan BI berpotensi mengurangi biaya dana atau cost of fund Halaman all
(Kompas.com) 27/09/24 14:24 15625279
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Raya Indonesia Tbk (ARGO) masih mengevaluasi besaran bunga simpanan dan kredit, setelah Bank Indonesia (BI) akhirnya menurunkan suku bunga acuannya pada pertemuan September 2024.
Direktur Keuangan Bank Raya Rustarti Suri Pertiwi mengatakan, penurunan tingkat suku bunga acuan BI berpotensi mengurangi biaya dana atau cost of fund (CoF) perusahaan.
"Harapannya, overall (penurunan suku bunga BI) harusnya akan memengaruhi (penyaluran kredit). Karena biaya dana harapannya kan akan turun," kata Suri di Jakarta, Jumat (27/9/2024).
SHUTTERSTOCK/JUICY FOTO Ilustrasi kredit, kredit perbankan.Namun demikian, hal itu tidak serta merta berarti bunga kredit dan simpanan perusahaan bakal disesuaikan dalam waktu dekat, sebab ada pertimbangan lain yang perlu diperhitungkan.
Salah satu aspek yang dipertimbangkan oleh perusahaan ialah kondisi likuiditas, yang nantinya bakal berpengaruh terhadap kemampuan penyaluran kredit.
Suri bilang, kondisi likuiditas perusahaan sebenarnya masih terjaga, tercermin dari rasio pembiayaan terhadap simpanan nasabah atau loan to deposit ratio (LDR) di kisaran 78 persen, lebih rendah dari rata-rata industri perbankan di kisaran 84 persen.
Selain kondisi likuiditas, perusahaan juga akan melihat perkembangan yang dilakukan oleh pelaku bank lain sebelum menyesuaikan bunga kredit dan simpanan.
"Pelan-pelan juga bisa kita turunin. Biaya dananya bisa semakin efisien, ya nanti kita di kreditnya juga bisa kita review juga," tutur Suri.
Secara keseluruhan, Suri menilai, penurunan suku bunga acuan BI bakal berimplikasi positif terhadap kinerja kredit perusahaan, seiring dengan masih tingginya demand dan potensi penurunan bunga ke depan.
#suku-bunga #likuiditas #bunga-kredit #penurunan-suku-bunga #bank-raya