Siasat Bank Raya Kejar Target Pertumbuhan Kredit Digital "Double DIgit"
Bank Raya menargetkan penyaluran kredit digital perusahaan masih akan tumbuh 'double digit' hingga pengujung tahun 2024. Halaman all
(Kompas.com) 27/09/24 15:15 15628519
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Raya Indonesia Tbk (ARGO) menargetkan penyaluran kredit digital perusahaan masih akan tumbuh "double digit" hingga pengujung tahun 2024.
Sejumlah strategi disiapkan untuk merealisasikan target optimistis tersebut.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, perusahaan sebenarnya sudah memiliki modal yang bagus dengan tergabung ke dalam ekosistem PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
SHUTTERSTOCK/ESB PROFESSIONAL Ilustrasi bank digitalDengan jumlah nasabah induk usaha yang sangat besar, Bank Raya disebut perlu memaksimalkan potensi tersebut.
Upaya untuk memaksimalkan potensi itu dilakukan perusahaan lewat produk pembiayaan jangka pendek, Pinang Dana Talangan. Produk itu diluncurkan untuk memfasilitasi kebutuhan pembiayaan agen BRILink dan juga Agen Gadai Pegadaian.
"Dengan menitikberatkan pada inovasi produk digital yang berkualitas sehingga mampu menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Bagus dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Bank Raya Rustarti Suri Pertiwi mengatakan, perusahaan memiliki modal yang kuat untuk melakukan ekspansi kredit digital.
Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan terhadap simpanan nasabah atau loan to deposit ratio (LDR) perusahaan yang masih berada di kisaran 78 persen, lebih rendah dari rata-rata industri perbankan di kisaran 84 persen.
Selain itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perusahaan masih berada di kisaran 40 persen. Suri bilang, angka itu juga di atas rata-rata industri, sehingga Bank Raya memiliki kapasitas lebih besar untuk menyalurkan kredit.
SHUTTERSTOCK/JUICY FOTO Ilustrasi kredit, kredit perbankan.Adapun hingga Juni 2024, penyaluran kredit Bank Raya tumbuh 60,3 persen secara tahunan menjadi Rp 8,1 triliun. Suri menargetkan, tren pertumbuhan double digit itu akan berlanjut hingga akhir tahun.
Ia pun mengaku optimis target itu dapat tercapai dengan telah diturunkannya tingakt suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
Pasalnya, keputusan tersebut akan menurunkan biaya dana, dan pada akhirnya berpotensi menurunkan bunga kredit perusahaan.
"Harapannya, overall (penurunan suku bunga BI) harusnya akan memengaruhi (penyaluran kredit). Karena biaya dana harapannya kan akan turun," ucap Suri.
#penyaluran-kredit #simpanan-nasabah #kredit-digital #bank-raya #kredit-bank-raya