Cantiknya Kota Berlin Dalam Bidikan Leica Summilux Light Fusion Xiaomi 14T Pro

Cantiknya Kota Berlin Dalam Bidikan Leica Summilux Light Fusion Xiaomi 14T Pro

Xiaomi 14T Pro dibekali lensa Leica Summilux dengan sensor Light Fusion yang diklaim mumpuni untuk night photography. Sebagus apa hasilnya? Halaman all

(Kompas.com) 27/09/24 19:02 15633242

BERLIN, KOMPAS.com - Xiaomi 14T series sudah resmi dirilis dalam acara Xiaomi Event 2024 yang diselenggarakan di Tempodrom Berlin, Jerman pada Kamis (26/9/2024). Ada dua model yang dirilis, yakni Xiaomi 14T “reguler” dan Xiaomi 14T Pro.

Dari kedua model di atas Xiaomi 14T Pro menjadi varian tertinggi karena dilengkapi spesifikasi yang lebih mumpuni daripada model reguler.

Salah satunya, menggunakan lensa Leica Summilux dengan sensor yang lebih tinggi dibanding versi "reguler".

Lensa itu lalu digabungkan dengan sensor Light Fusion, sehingga diklaim lebih baik dalam merespons cahaya, meski dalam kondisi gelap.

Kemampuan night photography atau foto malam hari, maupun di lingkungan dengan kondisi minim cahaya, memang menjadi salah satu nilai jual Xiaomi 14T Pro.

Nah, untuk membuktikannya, jurnalis Kompas.com, Caroline Saskia menjajal kemampuan kamera Xiaomi 14T Pro langsung di Kota Berlin. Kami membidik kecantikan kota yang dipenuhi bangunan bernuansa vintage.

Kemampuan kamera Xiaomi 14T Pro semakin diuji, karena langit Kota Berlin mendung sepanjang hari. Bagaimana hasilnya?

Sebelum mengulas hasil foto Xiaomi 14T Pro, tak ada salahnya melihat lagi spesifikasi kameranya.

Di atas kertas, Xiaomi 14T Pro dilengkapi dengan tiga kamera belakang. Konfigurasinya meliputi kamera utama 50 MP (f/1.6), telefoto 50 MP (f/2.2, zoom optik 2x, 2,6x, 5x), dan ultrawide 12 MP (f/2.2).

Ada beberapa mode juga yang tersedia, seperti mode Pro, Portrait, Long Exposure, mode kamera 50 MP, dan masih banyak lagi.

Hasil foto malam

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Suasana malam Berlin, Jerman dalam bidikan Xiaomi 14T Pro. Mode kamera yang digunakan adalah telefoto 50 MP dengan zoom optik 2,6x

Lampu jalan, toko, restoran, dan cafe di sepanjang jalan kota Berlin menggunakan pencahayaan yang cenderung bewarna kuning.

Perpaduan warna tersebut membuat hasil foto “seolah” memberikan pesan tenang, sendu, menandakan kota yang sebentar lagi akan “beristirahat” di malam hari.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Bangunan sepanjang kota Berlin yang masih mempertahankan gaya arsitektur vintage

Arsitektur Kota Berlin yang dikunjungi kali ini, tepatnya di sekitar Kurfürstendamm (biasa disingkat: Ku’Damm), telihat ikonik karena masih mempertahankan gaya-gaya bangunan dengan desain vintage.

Berbeda dengan tampilan kota pada umumnya yang didominasi gedung-gedung dengan model yang lebih minamalis dan modern.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Transportasi bus umum di Jerman. Suasana malam ketika orang-orang sudah selesai bekerja dan ingin kembali ke rumah beristirahat atau melakukan pekerjaan lain

Dalam bidikan kamera Xiaomi 14T Pro, suasana malam yang tenang, lebih santai ini bisa tergambarkan dengan baik.

Kendati berada di kondisi minim cahaya,smartphone masih mampu menangkap objek, kontras, detail, dan saturasi yang tidak berlebihan.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Bodi Xiaomi 14T yang dipotret menggunakan Xiaomi 14T Pro. Keduanya punya desain kamera belakang dan spesifikasi kamera yang cukup identik

Xiaomi 14T Pro menawarkan kemampuan zoom yang cukup baik untuk menampilkan suasana malam kota Berlin tanpa perlu khawatir ada penurunan kualitas gambar.

KompasTekno menjajal beberapa opsi zoom di Xiaomi 14T Pro dari 0,6x, 1x, 2x, 2,6x, dan 5x. Menurut kami, opsi zoom 2,6x menjadi pilihan yang paling pas.

Komposisi zoom 2,6x cocok digunakan ketika ingin memotret objek yang cukup jauh, tetapi tidak ingin terlalu dekat.

Sebab, opsi zoom 2x masih kurang padat secara komposisi, sedangkan zoom 5x terlalu padat sehingga tidak dapat menampilkan beberapa detail di sekitar objek.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Pintu masuk hotel Max Brown yang berada di daerah Ku\'Damm

Sementara itu, bila ingin hasil yang lebih dramatis, menambah sentuhan bokeh untuk mempercantik gambar, mode portait bisa dijadikan andalan. Di Xiaomi 14T Pro ada beberapa lensa yang ditawarkan, seperti 23 mm, 35 mm, 60 mm, dan 75 mm.

Setiap lensa memiliki titik dan jarak fokus yang berbeda-beda. Logikanya, semakin rendah angka lensa, semakin luas cakupan gambar yang bisa dibidik, maka semakin kecil juga titik fokusnya. Alhasil, gambar latar belakang akan semakin buram.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Suasana dalam cafe and resto Bennedict yang dipotret dari luar. Momen ini dipotret menggunakan Xiaomi 14T Pro zoom optik 2x
KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Jalanan daerah Postdamer Platz, Berlin, Jerman, yang masih dipadati oleh mobil pribadi, taxi, dan transportasi publik lainnya

Dalam kondisi malam, bermain dengan cahaya bokeh akan mempercantik gambar. Membuat gambar tampak lebih emosional dan ada sedikit efek blur untuk beberapa bagian.

Perlu dicatat, efek blur tidak selamanya buruk. Jika dikreasikan dengan beberapa teknik fotografi, hasilnya bisa menjadi berbeda.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Hasil foto Xiaomi 14T Pro mode zoom 2x. Warnanya memang tampak kuning, tetapu sudah disesuaikan oleh sistem kamera. Hal ini juga disebabkan pencahayaan di restoran yang memang didominasi warna kuning

Hanya saja, untuk beberapa lokasi foto yang didominasi dengan lampu jalan berwarna kuning, sensor kamera tampaknya masih belum cukup baik mendeteksi suasana latar belakang dengan warna kulit dari objek yang dibidik. Sebab, hasil gambarnya menjadi cenderung warna kuning dan sedikit kehijauan.

Langit sendu Berlin makin dramatis

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Suasana kota Berlin di siang hari. Matahari jarang muncul, langit cenderung mendung sehingga hampir tidak kedapatan momen memotret awan cerah di Berlin

Mengingat akhir bulan September adalah peralihan ke musim gugur di Berlin, langit sering turun hujan membuat warna awan menjadi sendu, cenderung abu-abu.

Sinar matahari jarang terlihat selama KompasTekno berada di Jerman. Membuat segala aktivitas yang terjadi di Jerman menjadi serba lambat, santai, dan ingin menikmati suasana angin sepoi-sepoi di taman atau tempat duduk publik.

Sedikit informasi, menjelang musim gugur, suhu di Jerman berkisar sekitar 9 derajat celsius di malam hari hingga 18 derajat di siang hari. Angin cukup kencang dan daun-daun mulai berjatuhan di sepanjang jalan kota.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Taman yang bisa diakses secara publik di daerah Postdamer Platz. Daun-daun mulai berguguran di sini dan angin cukup kencang. Momen ini diabadikan dengan Xiaomi 14T Pro mode telefoto zoom 2,6x

Dengan suasana yang cukup sendu ini, KompasTekno memanfaatkan momen untuk mengapresiasi arsitektur-arsitektur di Jerman lewat kamera Xioami 14T Pro.

Menariknya, warna-warna gedung cukup banyak didominasi oleh warna-warna netral, seperti merah batu bata, cokelat, hitam, dan putih.

Di Kota Berlin, kami jarang menemukan bangunan dengan warna yang mencolok. Ditambah, pengaturan kamera Xiaomi 14T tidak memiliki saturasi yang cukup tinggi. Alhasil, suasana kota Berlin tampak semakin sendu.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Arsitektur dari bangunan di Berlin yang didominasi oleh gaya vintage dengan warna-warna yang netral. Momen ini diabadikan dengan mode Portrait menggunakan lensa 60mm
KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Bangunan-bangunan di kota Berlin, Jerman identk dengan warna cokelat seperti ini. Momen ini diambil menggunakan ultrawide kamera Xiaomi 14T Pro
KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Cuaca dan suasana langit kota Berlin, Jerman yang tengah berlangsung selama beberapa hari. Momen ini dipotret menggunakan Xiaomi 14T Pro mode ultrawide dengan lensa 15mm

Akan tetapi, kendalanya saat memotret di siang hari, apalagi saat memotret langit, kontrol pencahayaan gambar harus dilakukan.

Walau fitur HDR sudah diaktifkan untuk melakukan penyesuaian pada warna, ada beberapa momen yang tetap butuh diatur ulang.

Biasanya, kami menyiasatinya dengan mencari spot foto menjelang matahari terbenam (sunset). Apabila langit tidak mendung, cahaya matahari senja akan muncul.

Sembari menghangatkan diri lewat paparan sinar matahari, bangunan yang terkena cahaya matahari pun tampak cantik karena dibalut dengan semburat kuning matahari.

Kala itu, kami sedang mengunjungi Berlin Cathedral. Suasana langit cukup cerah di hari itu. Dengan memotret gereja dengan arsitektur unik di sana, ditambah ada bantuan cahaya matahari, membuat gedung tampak megah berdiri di tengah jalan.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Sebagian bangunan Berlin Catheral yang terpapar sinar matahari menjelang terbenam
KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Bangunan Berlin Cathedral dari tampak bawah menggunakan kamera Xiaomi 14T Pro dalam model ultrawide

Ada beberapa mode juga yang diaktifkan, seperti Leica Vibrant untuk mempertajam warna dan kontras dari kontur bangunan gereja katedral itu. Membuat gambar memiliki saturasi yang lebih tinggi, dan beberapa objek, dan garis bisa lebih terlihat.

Hanya saja, fitur ini cukup tricky saat diaktifkan. Sebab, hasil gambarnya akan cenderung dibuat lebih gelap karena—seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tujuan fitur ini adalah membuat objek yang dibidik tampak lebih tegas dan kontras.

Jadi, saat mengaktifkan fitur Leica Vibrant yang terletak di pojok kanan atas layar, Anda harus menyesuaikan brightness kamera dengan tap and hold objek yang dibidik.

Ketika muncul kotak kuning, geser ke atas dan bawah di samping kotak untuk menambah/mengurangi brightness.

Spesifikasi Xiaomi 14T Pro

KOMPAS.com/Caroline Saskia Xiaomi 14T Pro resmi dirilis secara global di Berlin, Jerman, Kamis (26/9/2024). Ponsel ini mengusung spesifikasi lebih tinggi dibanding versi reguler.

Xiaomi 14T Pro datang dengan panel AMOLED Crystal Res 1,5K. Layar sudah mendukung refresh rate 144 Hz, tingkat kerapatan 445 PPI, tingkat kecerahan maksimal 4.000 nits sehingga diklaim dapat tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari/pantulan cahaya di dalam ruangan.

Layar Xiaomi 14T Pro juga sudah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light, TÜV Rheinland Flicker Free, dan TÜV Rheinland Circadian Friendly sehingga mata tetap nyaman dan tidak mudah lelah ketika menatap laya dalam durasi cukup lama.

KOMPAS.com/Caroline Saskia Xiaomi 14T Pro menggunakan panel AMOLED berukuran 6,67 inci yang sudah beresolusi 1,5K Crystal Res dengan refresh rate mencapai 144 Hz. Layar mendukung kerapatan piksel 445 PPI, tingkat kecerahan 4.000 nits, HDR 10+ dan Dolby Vision.

Soal chipset, Xiaomo 14T Pro ditenagai MediaTek Dimensity 9300 dan dipadu dengan RAM 12 GB dan storage maksimal 1 TB.

Xiaomi 14T dan Xiaomi 14T Pro sama-sama disokong baterai 5,000mAh dengan fast charging 120 watt dan pengisian daya tanpa kabel (wireess) 50 watt.

Xiaomi 14T mendukung fast charging yang mentok di 67 watt. Sistem operasi yang dijalankan adalah HyperOS berbasis Android 14.

Fitur pendukung lainnya, sertifikasi IP68 (tahan debu dan air) dual SIM, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, Hi-Res, Dolby Atmos, stereo speaker, dan masih banyak lagi.

Banderol harganya untuk saat ini masih mengikuti kurs dollar, yakni 799 euro atau setara dengan Rp 13,4 juta. Xiaomi 14T series juga sudah dipastikan akan hadir ke Indonesia dan bisa langsung dibeli pada 1 Oktober 2024.

#xiaomi #smartphone #leica #xiaomi-14t-pro #xiaomi-14t-series #xiaomi-14t-pro-resmi

https://tekno.kompas.com/read/2024/09/27/19020087/cantiknya-kota-berlin-dalam-bidikan-leica-summilux-light-fusion-xiaomi-14t-pro