Indocement (INTP) vs Semen Indonesia (SMGR), Siapa Paling Dijagokan?
Konsumsi semen terbilang rendah, bagaimana dengan Semen Indonesia (SMGR) dan Indocement (INTP)? Simak juga rekomendasi saham SMGR dan INTP. - Halaman all
(InvestorID) 29/09/24 18:05 15726502
JAKARTA, investor.id – Industri semen dalam negeri melaporkan konsumsi yang lebih rendah dari perkiraan pada Agustus 2024. Lantas, bagaimana prospek industri semen dan saham-sahamnya, seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)?
Sebagai informasi, permintaan semen pada Agustus 2024 sebanyak 6,02 juta ton atau flat secara bulanan (mom), tapi tumbuh 1,1% secara tahunan (yoy). “Itu jauh di bawah perkiraan kami yang mencapai 6,2 juta ton,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Kristo Saragih dalam risetnya.
Di luar kontribusi volume dari Semen Grobogan, volume yang disesuaikan menjadi 5,79 juta ton, turun 2,8% yoy atau terkikis 1,1% mom. Secara kumulatif, konsumsi semen tumbuh 2,3% yoy sepanjang Januari-Agustus 2024 menjadi 40,07 juta ton, dengan perkiraan pertumbuhan tidak termasuk volume dari Semen Grobogan sebesar 0,6% yoy.
Adapun volume semen curah naik 12,4% yoy menjadi 12,26 juta ton, sedangkan semen kantong kontraksi 1,7% yoy menjadi 27,81 juta ton. Alhasil, kontribusi semen curah meningkat 2,8 ppt yoy menjadi 30,6%.
Semen Indonesia (SMGR) melaporkan penjualan semen domestik sebanyak 2,91 juta ton pada Agustus 2024, tergerus 5,1% yoy atau terkikis 1,9% mom. Dengan begitu, pangsa pasar Semen Indonesia di pasar domestik mencapai 48,4%, turun 3,2 ppt yoy atau tergerus 0,9 ppt mom.
“Kontribusi semen kantong bulanan sedikit meningkat menjadi 69,4% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 68,3%, yang berarti volume penjualan semen kantong turun 0,3% mom,” jelas Andreas.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Emiten semen lainnya, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) membukukan volume penjualan sebesar 1,83 juta ton atau melonjak 12,9% yoy, namun terkikis 0,9% mom. Pasar semen kantong Indocement tumbuh 4,3% yoy dan pasar semen curah melejit 35,7% yoy.
Dengan berbagai faktor tersebut, Mirae mempertahankan pandangannya terhadap sektor semen untuk 12 bulan ke depan dengan peringkat overweight. Hal itu mengingat volume penjualan semen sepanjang Januari-Agustus 2024 sudah inline dan para pemain besar mampu mengelola persaingan. Selain itu, valuasinya juga menarik.
Mirae tetap berpegang pada INTP sebagai pilihan teratas. Sebab akuisisi Semen Grobogan diyakini memberikan hasil positif bagi INTP.
Mirae merekomendasikan buy saham Indocement (INTP). Target harga saham INTP dipatok sebesar Rp 9.150. Saham Semen Indonesia (SMGR) juga direkomendasikan buy dengan target harga Rp 6.425.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #intp #smgr #indocement #semen-indonesia #penjualan-semen #rekomendasi-saham #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/374970/indocement-intp-vs-semen-indonesia-smgr-siapa-paling-dijagokan