Meski Banjir Sentimen Positif, Imbal Hasil SUN Bakal Sideways, Mengapa?

Meski Banjir Sentimen Positif, Imbal Hasil SUN Bakal Sideways, Mengapa?

Pekan ini, yield SUN diproyeksikan sideways. Meski dibanjiri sentimen positif, baik dari faktor domestik maupun global. Mengapa? - Halaman all

(InvestorID) 30/09/24 04:00 15746750

JAKARTA, investor.id – Pekan ini, imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) diproyeksikan sideways. Meski dibanjiri sentimen positif, baik dari faktor domestik maupun global. Mengapa?

Analis Pendapatan Tetap di PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan, meski ada beberapa sentimen negatif terutama dari geopolitik, secara umum kondisi pasar surat utang masih terjaga, yield masih akan bergerak sideways di sekitar 6,3%-6,6% untuk tenor 10 tahun.

“Meski sentimen eksternal dan domestik relatif baik, namun yield telah terdiskon cukup besar setelah turun tajam seiring arus masuk asing yang signifikan dan pemangkasan suku bunga," jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (29/9/24)

Dari dalam negeri, pasar saat ini menantikan rilis data inflasi terbaru yang diproyeksikan masih dalam target Bank Indonesia. Hal ini diyakini akan memberikan sentimen positif bagi pasar SUN. Selain itu, data PMI manufaktur juga akan menjadi fokus investor untuk melihat apakah tren kontraksi sektor manufaktur yang terjadi dalam dua bulan terakhir masih berlanjut.

"Data PMI Manufaktur akan mengkonfirmasi apakah kontraksi di sektor usaha terus berlangsung. Ini penting untuk melihat prospek ekonomi di kuartal berikutnya, khususnya di sektor manufaktur yang memegang peran kunci," tambah Nasrudin.

Dari luar negeri, lanjutnya, beberapa data penting juga akan mewarnai pergerakan pasar SUN. Di antaranya adalah Caixin Manufacturing PMI China, yang diproyeksikan sedikit melambat ke 50,1, serta data inflasi awal Jerman dan Zona Euro yang masing-masing diperkirakan turun ke 1,5% dan 2%. Selain itu, pidato Ketua The Fed Jerome Powell juga menjadi perhatian pasar, terutama terkait sinyal kebijakan suku bunga berikutnya.

Lelang SUN

Sementara itu, pada Selasa (1/10/2024) pemerintah akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp 22 triliun. Nasrudin memperkirakan investor akan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap lelang ini, terutama karena kupon tinggi diproyeksikan semakin langka seiring tren pemangkasan suku bunga.

"Investor cenderung memanfaatkan lelang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi sebelum yield mulai menurun seiring tren pemangkasan suku bunga. Bid-to-cover ratio dalam lelang terakhir selalu berada di atas dua kali lipat, mencerminkan tingginya minat pasar," jelas Nasrudin.

Dengan bid-to-cover ratio yang diperkirakan berada di kisaran 1,75 hingga 2,75 kali, Nasrudin memperkirakan total penawaran yang masuk bisa mencapai Rp 38,5 hingga Rp 55 triliun, sementara pemerintah diperkirakan akan memenangkan Rp22 triliun dari total penawaran tersebut.

Pada lelang kali ini, seri surat utang dengan tenor pendek diperkirakan akan menjadi favorit. Nasrudin menjelaskan bahwa koreksi yield pada tenor panjang sudah relatif dalam, sehingga investor cenderung mencari seri dengan tenor pendek untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih optimal.

"Seri dengan tenor pendek akan lebih diminati karena koreksi pada tenor panjang sudah terjadi cukup signifikan. Ini memberikan peluang bagi investor untuk mencari seri yang lebih stabil dengan tenor pendek," tutup Nasrudin.  

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #sun #yield-sun #lelang-sun #surat-utang-negara #sentimen-sun #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374995/meski-banjir-sentimen-positif-imbal-hasil-sun-bakal-sideways-mengapa