Turunnya Jumlah Kelas Menengah Berpotensi Menaikkan Kredit Macet
Akseleran menilai menurunnya jumlah kelas menengah di tahan air tahun 2024 bisa berdampak pada penurunan kemampuan bayar debitur
(Kontan-Uang) 30/09/24 17:47 15773469
Reporter: Nadya Zahira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Akseleran menilai menurunnya jumlah kelas menengah di tahan air tahun 2024 bisa berdampak pada penurunan kemampuan bayar debitur sehingga mengakibatkan kredit macet.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa sebanyak 9,4 juta penduduk kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan status ke kelompok aspiring middle classselama periode 2019-2024.
Hal tersebut membuat jumlah kelas menengah turun menjadi 47,85 juta orang pada 2024, dan berdampak pada pelemahan daya beli. Kondisi ini tentu juga akan merugikan industrifintech peer topeer(P2P)lendingkarena jika daya beli melemah, maka kemungkinan besar kredit macet akan meningkat.
Menanggapi hal ini, Group CEO & Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, mengatakan bahwa belum melihat korelasinya secara langsung. Pasalnya, fokus utama perusahaan berada di segmen pinjaman produktif. Namun, menurut dia hal tersebut tentu bisa berdampak pada penurunan kemampuan bayar debitur, dan akibatnya terjadi kredit macet.
“Kendati demikian, pandangan kami yang utama itu adalah dilakukannya assesmentpinjaman secaraprudent. Bila ini dilakukan, maka kredit macet bisa terjaga. Dan ini yang terus menjadi salah satu fokus utama kami," kata Ivan kepada Kontan.co.id, Senin (30/9).
Ia menyebutkan, sampai akhir Agustus 2024, penyaluran pinjaman Akseleran tahun ini di sekitar Rp 2 triliun. Angka ini sedikit turun 5% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Sedangkan untuk tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB90) perusahaan terus membaik dan saat ini berada di angka 99,83%, angka ini menunjukkan performa yang stabil dan positif.
Lebih lanjut, Ivan mengatakan strategi yang dilakukan Akseleran untuk mempertahankan TWP90 agar tetap dalam kondisi aman salah satunya yakni dengan melakukanassessmentpinjaman yangprudent.
"Produk yang kami berikan itu cashflow-based loanproductsepertiinvoice financing, invoice financingdaninventory financing. Di sini kami analisacashflow certainnya, berapa kapasitascashflowyang bisa menopang pinjaman. Kami juga cek invoice nya, kemudian saat adajoint account,maka kami cekcredit historynya. Ini membuat kami bisa memitigasi risiko kredit dengan baik secara konsisten," imbuhnya.
Di sisi lain, Ivan mengatakan bahwa Akseleran terus mengedukasi para peminjam khusus untuk buka usaha, terkait pembukuan dan pengelolaan keuangan agar tidak mencampur uang usaha dengan uang pribadi, sehingga pencatatan keuangan lengkap dan akurat.
#masyarakat-kelas-menengah #akseleran #pt-akseleran-indonesian-inclusive-finance #kelas-menengah #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #fintech #n-a
https://keuangan.kontan.co.id/news/turunnya-jumlah-kelas-menengah-berpotensi-menaikkan-kredit-macet