Bos BNI (BBNI) Buka-Bukaan Dampak Penurunan Suku Bunga AS
Penurunan suku bunga jadi angin segar bagi perbankan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa hambatan signifikan terkait suku bunga. - Halaman all
(InvestorID) 30/09/24 19:35 15790531
JAKARTA, investor.id – Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), Royke Tumilaar menyampaikan pandangannya mengenai penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini. Ia menyebut penurunan suku bunga ini akan mendukung upaya BNI ke depan untuk mendorong perekonomi nasional secara berkelanjutan melalui pendekatan inovatif dan strategi yang adaptif.
Royke mengakui bahwa tantangan utama yang dihadapi sektor perbankan, baik di tingkat domestik maupun internasional, adalah fluktuasi suku bunga. Namun, ia menyampaikan optimismenya setelah The Fed memangkas suku bunga acuan (fed funds rate/FFR) sebesar 50 basis poin. Menurutnya, langkah ini menjadi angin segar bagi sektor perbankan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa hambatan signifikan terkait suku bunga.
“Kalau perbankan itu selalu tantangannya adalah suku bunga. Jadi, kalau kita lihat suku bunga sudah turun, harusnya tidak ada isu yang berarti,” kata Royke dalam konferensi pers BNI Investor Daily Summit 2024 dengan tema ‘Accelerating Resilient Growth’ di Menara BNI, Pejompongan, Jakarta Barat, pada Senin (30/9/2024).
Meski demikian, Royke tetap optimis bahwa BNI dapat menjaga eksistensinya di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan BNI adalah dengan terus berinovasi dan memastikan bahwa bank tersebut menjadi mitra kompetitif bagi para investor.
“Hal yang paling penting adalah bagaimana keberadaan BNI ini bisa menjadi suatu partner yang kompetitif bagi para investor,” jelas dia.
Di sisi lain, BNI juga percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran krusial dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi yang resilien. Dengan mengedepankan inovasi produk dan jasa, BNI bertekad memberikan layanan terbaik untuk nasabahnya, sekaligus berkontribusi pada transformasi ekonomi Indonesia.
“BNI tentu harus melakukan inovasi-inovasi, baik dalam hal produk maupun jasa, yang lebih kompetitif. Tujuannya adalah agar market bisa memberikan layanan terbaik untuk nasabahnya,” jelas Royke.
Royke juga menekankan pentingnya menciptakan sistem keuangan yang inklusif dan efisien. Hal ini menjadi fondasi utama bagi BNI untuk memastikan bahwa transformasi ekonomi yang sedang berjalan tidak hanya bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global.
Dukungan AI
Ia juga menyebut bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), akan menjadi tantangan tersendiri bagi BNI. Namun, Royke yakin bahwa BNI mampu menghadapi tantangan ini dengan memberikan komitmen kuat untuk mendukung nasabah agar bisa bertahan dalam segala kondisi ekonomi.
“Masalah AI dan segala macam itu saya yakin menjadi suatu tantangan. Namun, BNI akan menerima komitmen untuk mensupport nasabah agar bisa survive di segala kondisi ekonomi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Digital & Integrated Transaction Banking BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, juga menyampaikan pandangannya. Menurut Hussein, dukungan BNI terhadap BNIInvestor Daily Summit2024 ini sangat tepat mengingat momentum global yang sedang terjadi, termasuk penurunan suku bunga dan stimulus ekonomi besar-besaran di China.
“Seperti yang disampaikan Pak Dirut tadi, BNI sangat bangga mendukung Investor Daily Summit2024 karena momentumnya memang pas. Di tengah masa transisi seperti sekarang, ada momentum penurunan suku bunga dan juga stimulus ekonomi yang signifikan di Tiongkok,” tutur Paolo.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bni #bbni #pt-bank-negara-indonesia-tbk #bni-investor-daily-summit-2024 #suku-bunga-as #suku-bunga-bank #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/finance/375094/bos-bni-bbni-bukabukaan-dampak-penurunan-suku-bunga-as