Saat Bersama YDBA, UMKM Naik Kelas dan Tembus Kemandirian... Halaman all

Saat Bersama YDBA, UMKM Naik Kelas dan Tembus Kemandirian... Halaman all

Saat sebagian besar perusahaan besar di Indonesia belum memprioritaskan program CSR, Astra telah mendirikan YDBA dengan fokus membina UMKM pada 1980. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 30/09/24 22:56 15795073

KOMPAS.com – Sejak 1980, ketika sebagian besar perusahaan besar di Indonesia belum memprioritaskan program corporate social responsibility (CSR) atau kontribusi sosial, PT Astra International Tbk telah mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dengan fokus membina UMKM.

Pendiri Astra, Oom William Soeryadjaya, menginisiasi YDBA dengan filosofi "beri kail, bukan ikan".

Dalam hal ini, YDBA ingin memberikan program pembinaan yang bukan hanya bersifat jangka pendek ataupun charity, melainkan jangka panjang dan berkelanjutan.

Wujud pembinaan yang ditawarkan YDBA mencakup pelatihan dan pendampingan baik dalam aspek manajemen maupun teknis, serta fasilitasi pemasaran dan pembiayaan untuk mendorong kemandirian UMKM.

Di samping itu, YDBA siap mendukung UMKM di semua sektor untuk dapat memenuhi legalitas yang dibutuhkan.

“Pendiri Astra ingin Astra menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Ini sejalan dengan cita-cita Astra, yakni ‘Sejahtera Bersama Bangsa’,” jelas Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, kepada Kompas.com pada Sabtu (28/9/2024).

Bina 1.328 UMKM dan akan tambah lagi

Pada 2024 ini, tercatat ada sebanyak 1.328 UMKM aktif yang mengikuti program pembinaan oleh YDBA.

Dari jumlah tersebut, 17 persen di antaranya bergerak di sektor manufaktur, 15 persen di sektor bengkel, 33 persen di sektor pertanian, 25 persen di kuliner, dan 9 persen di sektor kerajinan.

Ribuan UMKM itu tersebar di 19 wilayah di Indonesia, termasuk di Solo, Bantul, Tegal, Banyuwangi, Banyumas, Salatiga, Cakung, Lebak Banten, Sangatta Kaltim, Manggarai Barat NTT, Barito Utama Kalteng, Tanjung Kalsel, Bandung, hingga Cikuya Tangerang.

Untuk 2025, kata Samulo, YDBA telah menargetkan dapat membina UMKM lebih banyak lagi sejumlah 1.300-1.500 unit.

“Kami juga akan mewadahi ‘UMKM Mandiri’ binaan Astra dalam sebuah komunitas. Di samping itu, pada tahun depan, kami bakal memperkuat rantai pasok dengan industri besar baik Grup Astra maupun Non-Grup Astra untuk menjawab tantangan pasar bagi UMKM saat ini,” terangnya saat ditanya soal langkah strategis yang bakal dilakukan YDBA untuk UMKM dalam waktu dekat.

"Langkah lainnya, kami ingin mengembangkan sektor pertanian dengan mendorong pelaku UMKM di sektor tersebut untuk dapat menjalankan budidaya yang bernilai tambah," tambah Samulo.

KOMPAS.com/IRAWAN SAPTO ADHI Sosok Tri Rahayu Amperawati (58) yang merupakan pemilik UMKM ?Abon Ksatria? di Jl Kalikuantan No. 3 Kelurahan Jagalan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/9/2024). Setelah mendapat pembinaan dari Yayasan Darma Bhakti Astra (YDBA), Yayuk mulai memperbaharui peralatan dapur dengan alat semi otomatis dengan maksud ingin meningkatkan produksi. Ia juga memperbaiki manajemen dan proses pemasaran.

Hasil nyata pendampingan

Di samping pengembangan modal bisnis, YDBA melihat, para pelaku UMKM memang jamak menghadapi tantangan pasar hingga saat ini.

Maka dari itu, Astra melalui YDBA berkomitmen akan terus melakukan kolaborasi baik dengan Grup Astra maupun non-Grup Astra.

Melalui kolaborasi, para pelaku UMKM diharapkan dapat berkesempatan menjadi bagian dari rantai pasok industri besar.

#yayasan-dharma-bhakti-astra #ydba #pembinaan-umkm

https://money.kompas.com/read/2024/09/30/225600026/saat-bersama-ydba-umkm-naik-kelas-dan-tembus-kemandirian-?page=all