Menteri KKP Lepas Ekspor Perdana Ikan Tuna ke Kanada
Ekspor ikan tuna kaleng tersebut akan berlangsung sampai enam bulan ke depan dengan nilai total mencapai 10 juta dollar AS. Halaman all
(Kompas.com) 01/10/24 15:47 15813170
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melepas ekspor perdana tiga kontainer ikan tuna kaleng dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju Kanada pada Senin (30/9/2024) kemarin.
Tiga kontainer tuna kaleng hasil produksi perusahaan perikanan Pasific Harvest Group yang berbasis di Banyuwangi.
Ekspor ikan tuna kaleng tersebut akan berlangsung sampai enam bulan ke depan dengan nilai total mencapai 10 juta dollar AS.
KOMPAS.com/RACHMAWATI Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono saa berada di kawasan pabrik PT Pasific Masami Indonesia, Banyuwangi, Senin (30/9/2024).“Kami all out bekerja supaya industri hilir ini bisa terus sustain (berlanjut), karena pasar perikanan ini market-nya besar sekali mencapai 170 dollar AS per tahun,” ujar Trenggono dalam siaran pers di laman resmi KKP, Selasa (1/10/2024).
Ia melanjutkan, ekspor produk tuna kaleng ke Kanada ini merupakan hasil penjaringan KKP bersama mitra potensial pada event Seafood Expo Global 2024 di Barcelona, Spanyol, beberapa waktu lalu.
Selain pasar Amerika, Pasific Harvest Group juga juga mengirim produk perikanannya ke sejumlah negara di Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika.
Per bulannya, perusahaan mampu mengirimkan 100 sampai 200 kontainer produk perikanan seperti tuna kaleng dan tuna loin ke luar negeri.
Menteri Trenggono menjelaskan, hilirisasi produk perikanan masih akan terus ditingkatkan oleh pemerintah.
Untuk mendukung program tersebut, KKP meningkatkan kualitas pengelolaan di sektor hulu, serta menjaga keberlanjutan ekosistem perikanan melalui program-program berbasis ekonomi biru.
SHUTTERSTOCK/MR.SURAT MATCHA Ilustrasi ikan tuna, penangkapan ikan tuna.“Hilirisasi akan berhasil dengan baik apabila hulunya berjalan dengan baik,” kata Trenggono.
Selain itu, perluasan akses pasar terus dilakukan. Antara lain dengan terus mempromosikan hasil perikanan Indonesia di pameran-pameran skala internasional.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Pasific Harvest Group, Sherly Kho, mengakui besarnya peluang pasar perikanan di benua Amerika.
Untuk itu, pihaknya berupaya meningkatkan produksi dengan menambah jumlah unit pengolahan ikan yang dikelola, serta memastikan kualitas produk perikanan yang dihasilkan.
“Selain siap bersaing, kami juga mengutamakan kualitas sehingga produk perikanan kita bisa diterima oleh pasar. Di sisi lain, kami juga menerapkan harga yang kompetitif,” kata Shelly.
Adapun selain melepas ekspor, Menteri Trenggono juga meresmikan unit pengolahan ikan (UPI) PT Pasifik Masami Indonesia.
Kapasitas produksinya mencapai 70 ton tuna kaleng dan precooked tuna loin per hari.