Pertumbuhan Kredit Melambat, tapi Kualitasnya Membaik
Penyaluran kredit perbankan tumbuh melambat secara tahunan (year on year/yoy), bahkan turun secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2024. Halaman all
(Kompas.com) 01/10/24 16:39 15815396
JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran kredit perbankan tumbuh melambat secara tahunan (year on year/yoy), bahkan turun secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2024.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, nilai kredit perbankan sampai dengan Agustus 2024 mencapai Rp 7.508 triliun.
Jika dilihat secara tahunan, nilai kredit itu tumbuh 11,40 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,40 persen (yoy).
KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam acara Peluncuran Panduan Resiliensi Digital, Selasa (20/8/2024).Meski demikian, jika dilihat secara bulanan, kredit perbankan pada Agustus 2024 turun 0,09 persen, padahal pada bulan sebelumnya masih mencatat pertumbuhan sebesar 0,48 persen (mtm).
"Kinerja fungsi intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko terjaga," ujar Dian, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (1/10/2024).
Walaupun tumbuh melambat, kualitas kredit perbankan terpantau membaik, tercermin dari rasio kredit macet(non performing loan/NPL) yang turun.
Tercatat rasio NPL gross sebesar 2,26 persen dan NPL nett sebesar 0,78 persen pada Agustus 2024, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya masing-masing sebesar 2,27 perden dan 0,79 persen.
Sementara itu, kondisi likuiditas perbankan terpantau kian "mengetat." Ini terefleksikan dari rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) dan alat likuid terhad non core deposit (AL/NCD) yang kembali menurun.
Data OJK menunujukan, rasio AL/DPK sebesar 25,37 persen dan rasio AL/NCD sebesar 112,92 persen pada Agustus 2024, lebih rendah dari bulan sebelumnya masing-masing sebesar 25,56 persen dan 113,49 persen.
SHUTTERSTOCK/EGGEEGG Ilustrasi tabungan.OJK mencatat, nilai penghimpunan DPK mencapai Rp 8.650 triliun hingga pengujung 2024, tumbuh 7,01 persen (yoy).
Bila dilihat secara bulanan, nilai DPK itu turun 0,42 persen, penurunan lebih dalam dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,40 persen.
"Likuiditas industri perbankan per Agustus 2024 sangat memadai meskipun termoderasi," ucap Dian.
#kredit-perbankan #penyaluran-kredit #kredit-macet #industri-perbankan #likuiditas-perbankan