Kementan Gandeng PLN Kembangkan Sistem Biomassa, Manfaatkan 46 PLTU

Kementan Gandeng PLN Kembangkan Sistem Biomassa, Manfaatkan 46 PLTU

Kementan dan PLN bekerja sama mengembangkan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu. Halaman all

(Kompas.com) 01/10/24 17:32 15818905

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mengembangkan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu.

Peresmian pengembangan ekosistem biomassa itu telah dilakukan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Tasikmalaya, Kamis (26/9/2024).

Sudaryono mengatakan, pengembangan tersebut rencananya juga akan dilaksanakan di daerah lain dengan memanfaatkan 46 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Dok. Kementan Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mengembangkan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu. Peresmian pengembangan ekosistem biomassa itu telah dilakukan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Tasikmalaya, Kamis (26/9/2024).

“Kami Kementerian Pertanian dan PLN akan perluas kegiatan ini di seluruh Indonesia dari 46 pembangkit PLTU kita yang ada di seluruh Indonesia, tentunya untuk pengembangan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan dan pertanian tepadu,” tutur Sudaryono dalam siaran pers Kementan, dikutip Selasa (1/10/2024).

Sudaryono menyebutkan, Kementan dan PLN juga tengah mengedukasi petani di Indonesia untuk mendayagunakan lahan.

"Kalau ada lahan yang nganggur, bisa ditanami yang lain, silakan ditanam padi, tanam jagung, tanam tanaman pangan yang lain," ujar Sudaryono.

Untuk lahan-lahan yang masuk kategori kritis di lahan tandus, Sudaryono menyarankan agar petani berkolaborasi dengan PLN untuk ditanami Indigofera dan Kaliandra.

"Tadi disampaikan ternak dari (bobot) 18 kilogram, tiga bulan dikasih makan daun Indigovera tadi naik sampai hampir 40 kilogram. Jadi, sangat signifikan kandungan gizi dari daunnya itu,” kata Sudaryono.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia Iwan Agung Firstantara menyampaikan bahwa acara peresmian itu merupakan pengembangan yang sudah dirintis tahun lalu.

"Kami melakukan scale up, yang dulunya 30.000 pohon di 30 hektar, sekarang kita melakukan scale up, nanti 100.000 pohon di 100 hektar. Selain itu, kami juga nanti bersama dengan Gapoktan dan masyarakat setempat melakukan penanaman tumpang sari yang ada di antara tanaman energi ini," kata Iwan.

Iwan menuturkan, Kementan dan PLN telah memulai pengembangan di 46 lokasi di seluruh Indonesia.

"Dan di tahun depan 52 lokasi akan kami petakan dan akan kami diseminasi seperti sekarang ini sebagai pilot project," kata Iwan.

#tumpang-sari #pln #biomassa #pltu

https://money.kompas.com/read/2024/10/01/173200326/kementan-gandeng-pln-kembangkan-sistem-biomassa-manfaatkan-46-pltu