Marak Interupsi di Menit Awal, Paripurna Pemilihan Pimpinan DPD Diskors

Marak Interupsi di Menit Awal, Paripurna Pemilihan Pimpinan DPD Diskors

Rapat paripurna perdana DPD RI diwarnai interupsi. Rapat yang mengagendakan pemilihan pimpinan DPD periode 2024-2029 ini pun langsung diskors. Halaman all

(Kompas.com) 01/10/24 20:28 15825712

JAKARTA, KOMPAS.com - Interupsi demi interupsi langsung mewarnai menit-menit awal rapat paripurna perdana DPD RI 2024-2029, Selasa (1/10/2024) malam.

Interupsi sudah mencuat ketika rapat ini dipimpin oleh anggota DPD tertua, Ismeth Abdullah, dan termuda, Larasati Moriska.

Salah satu anggota DPD kemudian mengajukan interupsi karena Larasati yang justru tampak memimpin rapat.

"Alasannya yang memimpin termuda apa alasannya saya ingin tau, tolong dijawab karena malam ini adalah pemilihan pimpinan agendanya, terima kasih," kata anggota tersebut.

Ismeth menjawab, mereka telah bersepakat untuk bergantian dan tak mempermasalahkan Larasati memimpin rapat.

Total, ada 148 dari 152 anggota DPD RI yang mengikuti rapat ini.

Rapat kemudian dinyatakan memenuhi kuorum.

Larasati kemudian menjelaskan bahwa bakal calon paket pimpinan harus mengantongi dukungan subwilayah dan menyinggung soal pakta yang mesti ditandatangani.

Namun, salah satu senator dari NTT kemudian menegaskan bahwa mekanisme itu tidak tepat.

Seisi ruangan kemudian menyerukan skors rapat.

Rapat kemudian diskors hingga sekitar 5 menit lebih.

Sebagai informasi, ada dua kubu yang menjadi kandidat kuat calon Ketua DPD RI. Kubu pertama adalah kubu yang dimotori petahana La Nyalla Mattalitti. Sementara itu, kubu Sultan Najamuddin menjadi penandingnya.

#dpd #interupsi #pemilihan-pimpinan-dpd-diskors

https://nasional.kompas.com/read/2024/10/01/20282901/marak-interupsi-di-menit-awal-paripurna-pemilihan-pimpinan-dpd-diskors