5 Contoh Asesmen Sumatif Kurikulum Merdeka untuk Belajar
Berikut adalah contoh asesmen sumatif Kurikulum Merdeka untuk referensi belajar.
(Kumparan.com) 03/10/24 19:30 15925144
Asesmen sumatif adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa pada unit atau bab tertentu. Asesmen sumatif dapat dilakukan di akhir pembelajaran. Contoh asesmen sumatif Kurikulum Merdeka ini bisa dijadikan panduan.
Pada Kurikulum Merdeka, guru perlu melakukan asesmen sumatif untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Sehingga bisa melakukan perbaikan pada pertemuan atau unit atau bab selanjutnya.
Dikutip dari buku Perencanaan Program Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini karya Rohmiati Rohmiati (2023: 104), asesmen sumatif adalah asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran (learning goals) yang telah direncanakan untuk dicapai dalam kurun waktu tertentu.
Asesmen sumatif dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran. Berikut adalah contoh asesmen sumatif Kurikulum Merdeka.
Misalnya pada pelajaran Matematika, ujian terdiri dari soal pilihan ganda dan esai yang mencakup materi selama satu semester, seperti aljabar, geometri, dan statistika.
Soal esai dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah secara logis dan menyajikan solusi secara sistematis.
Pada pelajaran IPA, siswa bisa diberikan proyek akhir untuk merancang dan melakukan eksperimen tentang topik tertentu, seperti "Pengaruh pH terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau."
Tugas ini mencakup perencanaan, pengumpulan data, analisis hasil, dan laporan akhir.
Siswa menulis makalah tentang topik ekosistem, seperti "Interaksi antara Tumbuhan dan Hewan di Ekosistem Mangrove."
Siswa harus melakukan observasi lapangan dan menyertakan gambar atau diagram untuk mendukung pembahasan mereka. Bisa juga disesuaikan dengan mata pelajarannya.
Pada pelajaran Prakarya, portofolio berisi dokumentasi karya siswa dalam membuat produk-produk kerajinan tangan, seperti foto-foto produk, laporan proses pembuatan, dan refleksi siswa terhadap keterampilan yang mereka pelajari.
Seperti pelajaran PJOK, siswa diuji dalam keterampilan praktik olahraga, seperti teknik dasar bola voli, renang, atau senam lantai. Penilaian ini melihat aspek keterampilan, ketepatan gerakan, dan tingkat kebugaran fisik.
Bisa juga pada pelajaran Kesenian, siswa mengikuti ujian praktik alat musik, seperti memainkan rekorder atau alat musik daerah. Penilaian meliputi ketepatan nada, ritme, dan ekspresi saat bermain musik.
Itulah contoh asesmen sumatif Kurikulum Merdeka yang bisa dijadikan referensi. Asesmen sumatif bisa dilakukan di akhir pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran. (Umi)