Di Tengah Tanda Daya Beli Melemah, Kredit

Di Tengah Tanda Daya Beli Melemah, Kredit "Leasing" Motor Masih Tumbuh "Double Digit"

Nilai pembiayaan motor yang dilakukan oleh perusahaan leasing atau multifinance masih tumbuh tinggi. Halaman all

(Kompas.com) 03/10/24 17:21 15929831

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai pembiayaan motor yang dilakukan oleh perusahaan leasing atau multifinance masih tumbuh tinggi, di tengah tanda-tanda pelemahan daya beli masyarakat yang kian nyata.

Data OJK menunjukkan, nilai pembiayaan leasing motor mencapai Rp 108,49 triliun sampai dengan Agustus 2024, tumbuh 12,94 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Melihat data tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman optimis, kinerja pembiayaan leasing motor akan tetap "moncer" hingga pengujung 2024.

KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Modal Ventura, Selasa (23/1/2024).

"Dengan melihat pertumbuhan yang positif di tengah penurunan penjualan kendaraan bermotor tersebut, diproyeksikan pembiayaan kendaraan bermotor roda dua masih memiliki peluang tumbuh sampai dengan akhir tahun 2024," tutur dia, dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/10/2024).

Agusman bilang, faktor yang dapat mendukung permintaan kendaraan bermotor roda dua antara lain peningkatan daya beli masyarakat dan kebutuhan transportasi pribadi.

Adapun outstanding pembiayaan kendaraan bermotor roda dua per Agustus 2024 memiliki porsi sebesar 20,63 persen dari total seluruh pembiayaan kendaraan bermotor.

Kinerja pembiayaan motor yang positif turut mendongkrak pembiayaan industri perusahaan pembiayaan secara keseluruhan yang mencatat pertumbuhan sebesar 10,18 persen menjadi Rp 499,29 triliun sampai dengan akhir Agustus 2024.

Kualitas pembiayaan perusahaan pembiayaan pun membaik, terefleksikan dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross dan net yang membaik, masing-masing menjadi 2,66 persen 0,83 persen.

Pertumbuhan pembiayaan leasing motor terjadi di tengah tanda-tanda pelemahan daya beli yang semakin nyata.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami deflasi selama 5 bulan berturut-turut, yakni pada Mei-September 2024.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut ini tidak normal. Sebab dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen, seharusnya Indonesia mencatat inflasi.

"Deflasi lima bulan berturut-turut itu mengkhawatirkan menurut saya, karena kalau dalam kondisi normal itu tidak terjadi," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/10/2024).

"Biasanya ya inflasi. Tapi yang terjadi malah bukan hanya inflasi yang rendah tapi malah deflasi dan lima bulan berturut-turut, ini menyerupai kondisi krisis," imbuhnya.

#kredit-motor #multifinance #perusahaan-leasing #leasing-motor

http://money.kompas.com/read/2024/10/03/172100826/di-tengah-tanda-daya-beli-melemah-kredit-leasing-motor-masih-tumbuh-double