HUT Ke-76 Polwan, Kapolri Harap Polisi Wanita Makin Eksis
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi polisi wanita yang berprestasi dalam rangkat HUT Ke-76 Polwan. Halaman all
(Kompas.com) 04/10/24 10:12 15954317
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi polisi wanita yang berprestasi dan senantiasa melaksanakan kegiatan untuk masyarakat.
"Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berbagai macam prestasi yang telah ditorehkan oleh jajaran polwan," kata Listyo Sigit dalam keterangan resmi, Kamis (3/10/2024).
"Dalam rangkaian hari jadi yang ke-76 ini banyak sekali kegiatan-kegiatan yang tentunya ini yang kita harapkan, bersentuhan turun ke lapangan, bertemu dengan masyarakat," ujar Kapolri.
Pada Kamis, Polri menggelar Sarasehan HUT Polwan. Adapun HUT polwan jatuh pada tanggal 1 Oktober setiap tahunnya.
Dalam keterangannya, Kapolri pun berharap polwan semakin eksis dan dekat dengan masyarakat.
Kapolri menyebutkan, saat ini telah ada lima polwan berpangkat brigadir jenderal yang berada di posisi strategis, salah satunya Brigjen Pol Desy Andriani, yang menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (PPO).
Selain itu, beberapa polwan juga tercatat berkiprah di ranah internasional sebagai peace keepers Polri, anggota yang berperan sebagai pasukan perdamaian PBB.
"Kiprah dari teman-teman polwan ini tidak hanya di level nasional, tetapi di penugasan internasional. Ini tentunya menjadi kebanggaan kita semua, kebanggaan institusi Polri," ujar Kapolri.
Dalam kesempatan memperingati HUT Polwan itu, Staff Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam Irjen Andry Wibowo menyampaikan, pembentukan Direktorat PPA dan TPPO oleh Polri adalah satu langkah maju.
Hal ini menunjukkan bahwa Polri berada di depan dalam rangka mitigasi semua kasus human trafficking.
“Sistemnya tentu harus dilanjutkan kebijakan ini ke depan nanti dan dikembangkan lebih maju,” ujar Andry.
Dia mengatakan, SDM yang tepat dengan kompetensi mumpuni juga harus mengisi direktorat baru itu.
Untuk polwan, ujarnya, harus disesuaikan jumlahnya mengingat total keseluruhan polwan adalah 30 persen dari seluruh anggota kepolisian.
“Kemudian membangun kapasitas menuju world class women police ini juga harus dibangun, seperti apa membangun world class police dalam prespektif kami,” ujar dia.
Ia menyebutkan, ke depan bisa saja dibentuk police women academy yang berdiri sendiri dan terpisah dari academy police saat ini.
Kemudian, di dalam academy itu ada mata kuliah, tenaga pengajar khusus, dan treatment yang diajarkan dalam penanganan di Direktorat PPA dan TPPO.
“Jadi ini bisa dilanjutkan dalam naskah akademik mengembangkan sekolah polwan yang ada menjadi akademik kepolisian polwan dan mudah mudahan menjadi yang pertama di Asia atau di dunia,” tegas dia.