Deflasi adalah Apa? Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya
Deflasi berkaitan erat dengan kondisi perekonomian suaru daerah, wilayah, maupun negara. Catat apa itu pengertian deflasi, penyebab, dan dampaknya. Halaman all
(Kompas.com) 04/10/24 10:15 15971123
KOMPAS.com - Kita mungkin sering mendengar istilah deflasi. Apa itu deflasi? Deflasi berkaitan erat dengan perekonomian suaru daerah, wilayah, maupun negara.
Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deflasi adalah penambahan nilai mata uang, antara lain dengan pengurangan jumlah uang kertas yang beredar dengan tujuan mengembalikan daya beli yang nilainya turun.
Dilansir dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), deflasi adalah fenomena penurunan harga yang ada di dalam suatu wilayah, yang bisa terjadi karena kekurangan jumlah uang beredar yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
Sementara itu, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), deflasi adalah keadaan yang menunjukkan daya beli uang meningkat dalam masa tertentu karena jumlah uang beredar relatif lebih kecil daripada jumlah barang dan jasa yang tersedia.
Lalu, apa saja penyebab terjadinya deflasi?
Penyebab deflasi
Pada dasarnya, deflasi adalah kebalikan dari inflasi, yang ditandai dengan kenaikan harga barang atau jasa di pasar akibat ketidakstabilan ekonomi.
Dilansir dari laman Pegadaian, deflasi disebabkan oleh beberapa faktor seperti peredaran uang, permintaan pasar, persediaan produk, dan hasil produksi.
1. Peredaran uang merunun
Penurunan jumlah uang beredar di masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya deflasi.
Berkurangnya peredaran uang diakibatkan dari peningkatan suku bunga di bank. Saat suku bunga naik, masyarakat cenderung menyimpan dibandingkan membelanjakan uangnya.
Kondisi tersebut dapat berujung pada berkurangnya ketersediaan jumlah uang di pasar, sehingga terjadi deflasi.
2. Berkurangnya perminataan barang atau jasa
Penurunan permintaan barang di pasar menjadi penyebab utama terjadinya deflasi. Kondisi ekonomi yang memburuk dapat mendorong konsumen untuk menekan pengeluaran.
Saat permintaan sedikit, barang atau jasa yang tersedia di pasar akan meningkat dan mendorong terjadinya penurunan harga secara bersamaan.
3. Ketersediaan produk meningkat
Kondisi perekonomian yang tak stabil membuat konsumen lebih berhati-hati dalam menggunakan uangnya.
Saat perminataan barang berkurang karena tidak banyak orang belanja, sedangkan produksi barang terus meningkat atau tidak bisa dikurangi, maka jumlah produk akan melimpah.
Ketersediaan produk yang melebihi permintaan akan mendorong pelaku usaha untuk menjualnya dengan harga murah.
4. Kebijakan moneter ketat
Ekonomi yang tidak stabil bisa diakibatkan oleh kebijakan moneter yang terlalu ketat dan tidak memberikan pilihan kepada masyarakat suatu negara.
Kebijakan suku bunga kerap kali menurunkan tingkat inflasi yang berujung deflasi. Keputsan pemerintah berkaitan erat dengan faktor-faktor penyebab lain yang telah disebutkan di atas.
Selain itu, deflasi juga disebabkan oleh perlambatan kegiatan ekonomi membuat banyak pekerja yang terdampak karena berkurangnya penghasilan, sehingga jumlah uang bereda di masyarakat menjadi berkurang.
Dampak deflasi
Deflasi mempunyai dampak positif dan negatif pada perekonomian sebagai berikut:
- Dampak positif
- Harga barang atau jasa semakin terjangkau
- Mata uang negara menguat
- Masyarakat lebih terdorong untuk menabung
- Memunculkan gaya hidup frugal living
- Dampak negatif
- Aktivitas jual beli lesu
- Jumlah pendapatan dari penjualan menurun
- Usaha mengalami kerugian
- Risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin tinggi
- Mendorong terjadinya resesi
- Kemerosotan devisa negara
- Investor menarik modal karena kerugian beruntun.
Untuk mengatasi deflasi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti mengambil kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan non moneter yang tepat.
Demikian rangkuman informasi terkait pengertian apa itu deflasi, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya.
#kemenkeu #deflasi #penyebab-deflasi #deflasi-adalah #dampak-deflasi #apa-itu-deflasi