Wall Street Melonjak Usai Data Ketenagakerjaan AS Lampaui Perkiraan

Wall Street Melonjak Usai Data Ketenagakerjaan AS Lampaui Perkiraan

Wall Street melonjak pada Jumat (4/10/2024). Bahkan, Dow Jones catatkan rekor tertinggi, usai Setelah laporan data ketenagakerjaan AS - Halaman all

(InvestorID) 05/10/24 05:37 16008597

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street melonjak pada Jumat (4/10/2024). Bahkan, Dow Jones mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Setelah laporan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) melampaui ekspektasi ekonom. Hal itu memberikan investor keyakinan terhadap kesehatan ekonomi AS.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 menguat 0,9% menjadi 5.751,07. Sedangkan Nasdaq Composite melejit 1,22% menjadi 18.137,85. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 341,16 poin, atau 0,81%, untuk mencapai rekor tertinggi penutupan di 42.352,75.

Wall Street menguat setelah data menunjukkan nonfarm payrolls tumbuh sebesar 254 ribu pekerjaan pada September. Angka itu jauh melampaui kenaikan yang diperkirakan para ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 150 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, lebih baik dari perkiraan yang diharapkan tetap di 4,2%.

Kepala Portofolio Model ETF di Global X Michelle Cluver mengatakan, setelah serangkaian data ketenagakerjaan yang lemah selama musim panas, ini merupakan indikasi yang meyakinkan bahwa ekonomi AS tetap tangguh dengan dukungan pasar tenaga kerja yang sehat.

"Kita masih berada di lingkungan di mana berita ekonomi yang baik menjadi kabar positif bagi pasar saham karena meningkatkan peluang untuk soft landing," kata Cluver.

Beberapa saham raksasa sektor teknologi seperti Tesla, Amazon, dan Netflix turut mendukung kinerja Nasdaq yang naik signifikan. Sedangkan sektor keuangan menjadi pendorong terbesar di S&P 500, melonjak 1,6% dan mencatat rekor penutupan tertinggi. Saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo masing-masing naik lebih dari 3%.

Saham berkapitalisasi kecil juga mengalami reli, dengan indeks Russell 2000 naik 1,5%.

Konflik di Timur Tengah

Lonjakan indeks-indeks Wall Street tersebut berhasil menutupi penurunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ketegangan konflik di Timur Tengah sempat membuat awal Oktober menggoyahkan pasar, meskipun pasar telah mencatatkan sembilan bulan pertama tahun ini dengan performa yang sangat kuat.

Sepanjang pekan ini, S&P 500 naik 0,22%, sementara Dow Jones menguat 0,09%. Nasdaq naik 0,1%, sebuah perubahan besar mengingat indeks yang sarat teknologi ini memulai sesi perdagangan Jumat dengan penurunan lebih dari 1%.

Harga minyak mentah juga kembali naik pada Jumat, membuat total kenaikan mingguan menjadi sekitar 9%. Penguatan harga minyak tersebut didorong oleh konflik yang semakin intensif di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel.

Saham-saham energi melonjak seiring reli harga minyak, dengan sektor energi di S&P 500 naik 7% minggu ini, mencatatkan kinerja terbaik sejak Oktober 2022.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #nasdaq #s-p-500 #sektor-teknologi #sektor-keuangan #konflik-di-timur-tengah #data-ketenagakerjaaan-as #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375638/wall-street-melonjak-usai-data-ketenagakerjaan-as-lampaui-perkiraan