Gali Cuan di Saham Merdeka Copper Gold (MDKA), meski Target Harga Turun

Gali Cuan di Saham Merdeka Copper Gold (MDKA), meski Target Harga Turun

Rekomendasi terbaru saham Merdeka Copper Gold (MDKA) usai merilis laporan keuangan. Simak juga target harga saham MDKA. - Halaman all

(InvestorID) 06/10/24 08:00 16024701

JAKARTA, investor.id – Emiten pertambangan emas dan tembaga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencetak laba bersih US$ 2,7 juta pada kuartal II-2024 atau berbalik positif. Hal itu ditopang oleh perbaikan margin tunai di semua segmen berkat harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang lebih kuat.

Meski demikian, sepanjang semester I-2024, Merdeka Copper Gold masih membukukan rugi bersih sebesar US$ 12,5 juta.

Sedangkan pendapatan Merdeka Copper Gold pada kuartal II-2024 sebesar US$ 553 juta, tumbuh 2,2% qoq, atau sudah in line. “Pendapatan selama Januari-Juni 2024 mencapai US$ 1,09 miliar, meningkat 110,3% yoy, atau 51% dan 50% dari estimasi kami dan konsensus,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Christian Sitorus dalam risetnya.

Namun, tambang tembaga Wetar yang menjadi bagian dari lini bisnis emiten berkode saham MDKA tersebut membukukan rugi bersih yang lebih besar pada kuartal II-2024. Kerugiannya mencapai US$ 1,7 juta atau meningkat 55% qoq, meskipun mencatat margin tunai positif US$ 1.761/ton dan AISC (all-in sustaining costs) yang lebih rendah sebesar US$ 7.518/ton.

“Hal itu disebabkan oleh biaya penyusutan dan amortisasi yang lebih tinggi sebesar US$ 8,6 juta atau meningkat 69% qoq, karena tambang tembaga Wetar mendekati akhir masa operasi pada 2027,” ungkap Timothy.

Manajemen MDKA, menurut dia, memperkirakan tambang tersebut hanya akan mencapai titik impas (breakeven) pada tahun ini berkat penjualan tembaga yang lebih kuat, setelah perlambatan pada semester I-2024.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Lebih jauh, MDKA mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai menjual bijih pirit ke proyek AIM (acid, iron, metal) selama 15-20 tahun ke depan. Penjualan dimulai pada 2025 dengan volume sebanyak 1-1,1 juta ton per tahun, yang berpotensi memperoleh tambahan pendapatan US$ 30-40 juta per tahun.

Sementara itu, Proyek Pani mengalami kemajuan yang pesat. Produksi emas pertama dijadwalkan pada awal 2026. Setelah beroperasi, proyek tersebut mampu memproses 7 juta ton bijih per tahun dan memproduksi sekitar 80-85 ribu ons per tahun, yang secara bertahap akan meningkat hingga mencapai kapasitas 140 ribu ons per tahun.

“Manajemen MDKA memperkirakan biaya tunai awal Proyek Pani relatif rendah pada kisaran US$ 850-900/ons dibandingkan proyek emas Tujuh Bukit (TB) yang sebesar US$ 1.500/ons,” sebut Timothy.

Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham MDKA, karena kenaikan valuasi dari proyek-proyek pertumbuhan utama. Namun, target harga saham MDKA diturunkan menjadi Rp 3.000 dari sebelumnya Rp 3.100.

Risiko utamanya jika biaya tunai naik, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) lebih rendah, dan terjadi keterlambatan proyek.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #mdka #merdeka-copper-gold #saham-mdka #emas #tembaga #rekomendasi-saham #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375683/gali-cuan-di-saham-merdeka-copper-gold-mdka-meski-target-harga-turun