OJK Bidik Target Pembukaan 8,7 Juta Akses Inklusi Keuangan dalam BIK 2024

OJK Bidik Target Pembukaan 8,7 Juta Akses Inklusi Keuangan dalam BIK 2024

OJK menargetkan pencapaian Bulan Inklusi Keuangan 2024 dapat tumbuh 10 persen dari pencapaian tahun lalu. Halaman all

(Kompas.com) 05/10/24 20:38 16028241

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pencapaian Bulan Inklusi Keuangan 2024 dapat tumbuh 10 persen dari pencapaian tahun lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Friderica Widyasari Dewi menuturkan, tahun lalu target pembukaan akses inklusi keuangan yang baru sekitar 7,9 juta akun.

Angka tersebut terdiri dari target 2,9 juta rekening bank, 3 juta rekening pegadaian, 100.000 rekening pasar modal, dan sisanya atau sekitar 600.000 polis asuransi.

KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Friderica Widyasari Dewi ketika ditemui di acara Literasi Keuangan indonesia Terdepan (Like It), Sabtu (5/10/2024).

"Kami targetkan 10 persen atau (jadi) 8,7 juta akses inklusi keuangan yang baru," kata dia ketika ditemui di acara FINEXPO Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024, Sabtu (5/10/2024).

Wanita yang karib disapa Kiki itu memerinci, pada BIK 2023 pembukaan akses inklusi keuangan yang baru berhasil mencapai 2,92 juta rekening perbankan, 131.058 rekening pasar modal, 658.484 polis asuransi, 543.731 debitor pembiayaan, 3,25 juta rekening pergadaian, dan 424,370 akun fintech.

Jumlah tersebut dicapai melalui 2.851 kegiatan dengan lebih dari 1,84 juta peserta.

"Meningkat 10 persen dari capaian BIK tahun 2023. Dengan target sekitar 3.100 kegiatan dengan total peserta sekitar 2 juta orang. Target capaian akses keuangan mencapai 8,7 juta akses produk layanan atau jasa keuangan," imbuh dia.

Kiki menjelaskan, pihaknya menyiapkan berbagai kegiatan untuk menarik masyarakat melakukan kegiatan inklusi keuangan. Ia menekankan, industri keuangan dan masyarakat perlu melakukan inklusi yang bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan, tidak ada satu produk yang cocok untuk semua lapisan masyarakat Indonesia.

"Masyarakat kita dengan latar belakang yang sangat beragam beraneka rupa dengan segmen yang berbeda, tentunya produk dan jasa keuangan yang diperlukan tidak akan sama. Jadi tidak boleh memaksakan satu produk untuk dilakukan inklusi pada kelompok atau pribadi tertentu yang memang tidak cocok dengan produk tersebut," tutup dia.

#ojk #polis-asuransi #rekening-bank #inklusi-keuangan #bulan-inklusi-keuangan

https://money.kompas.com/read/2024/10/05/203800926/ojk-bidik-target-pembukaan-8-7-juta-akses-inklusi-keuangan-dalam-bik-2024-