Wacana Angkatan Siber TNI, Mungkinkah Peretas Direkrut?
Peretas dianggap bisa diberdayakan untuk menjadi pasukan siber. Akan tetapi regulasi dan kerangka kerja mesti tegas mencegah penyalahgunaan. Halaman all
(Kompas.com) 07/10/24 14:36 16108680
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembentukan Angkatan Siber oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman siber global.
Tidak hanya merekrut lulusan universitas dengan program keahlian khusus, peretas profesional juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat pertahanan digital negara.
Pakar keamanan siber Pratama Persadha menilai, peretas dapat menjadi bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan khusus pertahanan siber.
"Melakukan perekrutan peretas merupakan langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk kebutuhan penyerangan dan pertahanan siber," kata Pratama yang juga Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, dalam keterangannya seperti dikutip pada Senin (7/2/2024).
Menurutnya, peretas kerap memiliki keahlian yang lebih tinggi dibandingkan lulusan universitas umum.
Selain itu, para peretas kerap berjejaring dan tergabung dalam forum-forum bawah tanah, di mana teknik dan alat peretasan terbaru dibagikan.
"Skill yang dimiliki peretas biasanya jauh lebih tajam, apalagi mereka sering terlibat dalam forum underground tempat berbagi teknik peretasan terbaru," ujar Pratama yang merupakan pengajar pada program pascasarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).
Keuntungan lain dari perekrutan peretas, lanjut Pratama, meliputi akses terhadap informasi awal terkait kampanye serangan siber.
Dengan demikian, Indonesia dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum serangan siber terjadi.
"Jika Indonesia menjadi target serangan, langkah pencegahan bisa diambil lebih awal," ucap Pratama yang juga mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)/PTIK.
Meskipun demikian, Pratama juga mengingatkan perekrutan peretas bukan tanpa tantangan.
Dibutuhkan regulasi dan kerangka kerja yang jelas agar keahlian peretas bisa digunakan secara etis dan efektif dalam pertahanan siber negara. Dengan keterlibatan mereka, Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi ancaman digital yang terus berkembang.
Sebelumnya diberitakan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan pihaknya sudah menerima arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pembentukan matra keempat ini.
"Saya sudah diperintahkan Pak Presiden, kemarin juga dari MPR waktu pidato untuk membuat Angkatan Siber," ujar Agus saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Selasa (3/9/2024).