Janji Cagub Jakarta untuk Gen Z: "Coworking Space" Gratis hingga Pelatihan Kerja di Balai Rakyat
Ridwan Kamil mengatakan, ingin memberikan insentif khusus bagi Gen Z yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Halaman all
(Kompas.com) 07/10/24 14:19 16108690
JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta menyampaikan sejumlah gagasan dan janji mereka untuk memberikan kesempatan yang lebih luas terhadap generasi Z.
Hal ini disampaikan para pasangan calon dalam beberapa sesi berbeda dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (6/10/2024) malam.
Ridwan Kamil dan Suswono
Calon gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil mengatakan, ingin memberikan insentif khusus bagi Gen Z yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kalau mereka (Gen Z) kena PHK, pasangan Rido akan bikin program memberikan dana kekuatan sosial selama 3 bulan. Sebelum mereka bisa melamar kerja lagi. Nanti angkanya kita hitung sesuai kebutuhan APBD,” ujar Ridwan Kamil.
Sementara, untuk Gen Z yang masih bekerja atau berwirausaha, Ridwan Kamil berjanji akan menyediakan coworking space dan kopi gratis.
“Insya Allah pasangan Rido akan memperbanyak coworking-coworking yang sewanya gratis buat Gen Z di Jakarta. Termasuk, minum kopinya (gratis),” kata Ridwan Kamil.
Dalam sesi debat yang berbeda, calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 1, Suswono mengatakan, pihaknya akan mendorong anak muda untuk membuat usaha sendiri. Nantinya, pemerintah akan membantu dalam pembiayaan modal usaha.
“Karena anak-anak muda ini, anak-anak kreatif asal didorong dengan diberikan permodalan, Insya Allah mereka akan tumbuh kreativitasnya. Kemudian juga akan dilibatkan dalam gerakan sosial dan lingkungan,” kata Suswono.
Selain itu, lapangan kerja juga diperbanyak sembari anak-anak muda ini dipermudah untuk bisa magang di pemerintahan.
“Dan, nanti anak-anak muda akan magang di Provinsi, baik di BUMD maupun di kantor gubernur. Mereka akan mendapatkan pelajaran langsung di lapangan,” imbuh Suswono.
Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana tidak mendapat banyak kesempatan untuk menjelaskan program-program mereka untuk Gen Z.
Namun, saat menjawab pertanyaan dari panelis, Kun Wardana sempat menjelaskan, permasalahan utama yang dihadapi Gen Z saat ini adalah ketidakcocokan antara kemampuan mereka dengan persyaratan di dunia kerja.
“Permasalahan utama saat ini adalah ketidakcocokan antara persyaratan keterampilan dari pasar kerja dan kompetensi dari pencari kerja yang khususnya para Gen Z ini,” kata Kun.
Dia menilai, ketidakcocokan yang ada membuat Gen Z tidak dapat bekerja secara optimal. Untuk itu, perlu ada integrasi antara dunia kerja dengan kampus atau SMK.
“Untuk itu, perlu adanya pengintegrasian dan koordinasi yang sangat melekat antara dunia kerja dan kalangan kampus, kalangan Politeknik, maupun kalangan SMK agar itu bisa match bisa cocok satu sama lain,” imbuh Kun.
Pasangan berslogan Kun Fayakun ini berikhtiar untuk membantu proses integrasi untuk memaksimalkan potensi Gen Z.
“Nah, mereka-mereka nanti bisa diberikan fasilitas kerja praktek di pasar kerja yang ada sehingga nanti bisa langsung ditempatkan di sana,” kata Kun lagi.
Kun mengatakan, nantinya pemerintah juga akan mendorong agar Gen Z bisa menggunakan dunia digital sebagai investasi untuk kerja mereka di masa depan.
Pramono Anung-Rano Karno
Saat berdebat dengan Ridwan Kamil, Pramono Anung sempat menjelaskan kalau dirinya ingin mengedepankan pengembangan diri bagi Gen Z.
“Secara prinsip, bagi Gen Z, mereka harus dilatih untuk berkreasi. Maka, kami lebih menawarkan cara-cara untuk mereka berkembang dengan apa yang dimiliki oleh mereka,” kata Pramono Anung.
Terlebih, Gen Z ini akan didorong untuk merambah industri ekonomi kreatif. Langkah yang diambil juga bisa dimulai dari lingkungan. Misalnya, dengan menjadikan mereka sebagai event organizer (EO) di tingkat kelurahan.
“Saya membayangkan kalau para Gen Z ini dilibatkan untuk panggung-panggung di Karang Taruna mereka, jadi EO masing-masing di kelurahannya. Itu akan menjadi sesuatu income atau pendapatan baru bagi para Gen Z di manapun para Gen Z itu berada,” imbuh Pramono.
Selain itu, Pramono juga mendorong agar perusahaan bisa memberlakukan sistem kerja Work From Anywhere. Hal ini pernah dia berlakukan selama menjadi Sekretaris Kabinet dan menurutnya hasilnya memuaskan.
“Kalau saya menjadi gubernur Jakarta maka program Bekerja Dari Mana Saja, akan kami lakukan. Dan untuk, dua hari di kantor, tiga hari di rumah dan mereka bisa bekerja dengan baik,” kata Pramono.
Dalam sesi debat yang berbeda, Rano Karno juga sempat menyampaikan gagasan mereka untuk menjawab kegelisahan Gen Z akhir-akhir ini.
“Kita punya kebijakan untuk PPSU, enggak perlu ribet kerja dengan ijazah, tidak perlu ijazah SMP, SD sudah bisa bekerja,” kata Rano.
Di sisi lain, warga Jakarta juga akan ditingkatkan kompetensinya melalui Badan Latihan Kerja (BLK) yang lebih modern.
BLK ini nantinya akan dibuat di Balai Rakyat yang akan dihadirkan secara masif di Jakarta.
“Dunia digital ini dunia yang bisa dijamah oleh anak-anak. untuk itulah kita akan membangun Balai Rakyat. Di sana akan tempat BLK modern. BLK modern ini bisa bukan hanya Balai Latihan Kerja untuk mesin, tapi bisa dengan komputerisasi,” kata Rano.
Dia meyakini, potensi Gen Z untuk menguasai dunia digital sangat besar mengingat senior-senior mereka sudah lebih dahulu berkecimpung di industri yang sama.
“Banyak anak Indonesia menjadi kreator-kreator pembuatan animasi dunia. Bahkan film Avatar itu hampir 18 anak Indonesia yang bekerja di Indonesia untuk mensuplai Disney misalnya,” ujar Rano.
Dengan masing-masing jawabannya, para pasangan calon yakin solusi mereka bisa membawa hal-hal baik bagi Gen Z di Jakarta.
#pilkada-jakarta #dharma-pongrekun-kun-wardana #ridwan-kamil-suswono #pramono-anung-rano-karno #debat-perdana-pilkada-jakarta