Mengapa WNI Harus Hindari Perjalanan ke Wilayah Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Kemlu
Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI untuk tidak bepergian ke lokasi konflik demi keselamatan. Halaman all
(Kompas.com) 08/10/24 06:52 16139700
JAKARTA, KOMPAS.com -Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia telah mengeluarkan imbauan kepada warga Indonesia untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama ke lokasi-lokasi yang sedang rawan konflik.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa kawasan seperti Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina, dan Yaman merupakan daerah yang harus dihindari saat ini.
“Bagi para WNI yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah tersebut, agar dapat menundanya hingga situasi aman,” ungkap Judha di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, pada Senin (7/10/2024).
Apa yang Harus Diperhatikan oleh WNI di Wilayah Rawan?
Kemlu juga mengingatkan para WNI yang sedang berada di wilayah timur untuk selalu waspada dan melakukan langkah antisipasi agar perjalanan mereka tidak terganggu.
“Jika terjadi serangan antara Iran dan Israel, beberapa negara di Timur Tengah akan menutup wilayah udaranya,” kata Judha.
Oleh karena itu, penting bagi para WNI untuk memantau situasi dan mengikuti instruksi dari pemerintah.
Bagaimana Proses Evakuasi yang Telah Dilakukan?
Sejak Agustus 2024, Kemlu telah mengevakuasi total 65 WNI dari Lebanon secara bertahap.
Dalam tiga gelombang awal, sebanyak 25 WNI berhasil dievakuasi, sementara 40 WNI dievakuasi melalui gelombang keempat dan kelima.
Mereka tiba di Bandara Soetta pada hari yang sama.
“Alhamdulillah telah tiba di Indonesia. Pada penerbangan kedua hari ini ada 20 WNI, sedangkan penerbangan tadi pagi ada 20 WNI dan satu warga negara asing (WNA), pasangan dari WNI,” jelas Judha.
Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat, dimulai dari Beirut, kemudian menuju Damaskus di Suriah, Amman di Yordania, dan terakhir terbang ke Bandara Soetta.
Setibanya di Tanah Air, seluruh WNI menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat, sehingga mereka diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing.
Para WNI ini berasal dari beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.
Siapa Saja yang Masih Tinggal di Lebanon?
Meskipun telah dilakukan evakuasi, masih ada 116 WNI yang memilih untuk tetap berada di Lebanon.
Alasan mereka bervariasi, mulai dari adanya pernikahan dengan warga setempat, status sebagai mahasiswa, hingga pekerjaan sebagai pekerja migran.
Kemlu mengimbau WNI yang masih berada di Lebanon untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk segera dievakuasi.
Imbauan ini menunjukkan betapa pentingnya keamanan dan keselamatan bagi setiap warga negara Indonesia, terutama di wilayah yang berisiko tinggi.
"Keputusan evakuasi kami harapkan dapat segera diambil oleh warga negara kita sebelum situasi semakin memburuk," ucap dia
Berikut daftar nomor Kementerian Luar Negeri RI yang dapat dihubungi WNI jika situasi di negara Timur Tengah semakin memanas:
Hotline KBRI Amman: +962779150407
Hotline KBRI Beirut: +96170817310
Hotline KBRI Damaskus: +963954444810
Hotline KBRI Kairo: +201022229989
#kementerian-luar-negeri #evakuasi-wni-dari-lebanon #wni-di-lebanon-dievakuasi #lokasi-rawan-konflik