Bagaimana Pemilihan Topik dalam Wawancara? Ini Penjelasannya - kumparan.com
Bagaimana pemilihan topik dalam wawancara? Satu hal yang paling penting adalah memilih topik yang sesuai dengan keahlian narasumber.
(Kumparan.com) 08/10/24 17:31 16161164
Satu hal yang penting dipahami oleh pewawancara adalah bagaimana pemilihan topik dalam wawancara. Topik dalam wawancara adalah pokok pembicaraan atau tema utama yang menjadi fokus selama kegiatan itu berlangsung.
Topik ini menentukan arah dan isi dari pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara kepada narasumber. Dalam wawancara, topik bisa sangat bervariasi tergantung pada tujuan kegiatan tersebut, bidang keahlian narasumber, dan audiens yang akan menerima informasi.
Pemilihan topik dalam wawancara itu penting karena topik yang tepat akan menentukan arah, kualitas, dan hasil wawancara. Dengan memilih topik yang jelas dan spesifik, wawancara bisa tetap terarah dan tidak meluas ke isu-isu yang tidak relevan.
Berdasarkan buku Buku Besar Bahasa Indonesia Untuk SD/SMP/SMA, (2017), pemilihan topik yang tepat akan membuat pembicaraan lebih fokus dan efisien, sehingga hasil wawancara lebih bermakna dan informatif.
Pertanyaannya adalah bagaimana pemilihan topik dalam wawancara? Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik wawancara.
Topik harus sesuai dengan tujuan utama wawancara. Misalnya, jika wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai karir seseorang, topik yang dipilih harus fokus pada pengalaman kerja, pendidikan, dan pencapaian mereka.
Topik harus relevan atau sesuai dengan latar belakang, keahlian, serta pengalaman narasumber. Pemilihan topik yang sesuai akan membuat wawancara lebih lancar dan narasumber bisa menjawab dengan lebih mendalam.
Topik juga harus mempertimbangkan minat dari audiens atau pembaca. Jika audiens tertarik pada isu-isu teknologi, topik tentang inovasi teknologi atau tren digital bisa jadi pilihan yang tepat. Ini akan membuat wawancara lebih relevan dan menarik bagi yang membaca atau mendengarkannya.
Pilih topik yang bisa dieksplorasi secara mendalam dalam waktu wawancara yang tersedia. Topik yang terlalu luas bisa membuat wawancara terkesan dangkal, sementara topik yang terlalu spesifik mungkin tidak cukup menarik untuk waktu wawancara yang panjang.
Sebelum wawancara, pastikan topik yang dipilih memiliki cukup informasi pendukung. Ini akan membantu pewawancara menyusun pertanyaan yang berbobot dan memastikan bahwa topik tersebut dapat dikembangkan menjadi diskusi yang bermakna.
Jika wawancara akan menyentuh topik-topik sensitif seperti politik, agama, atau kehidupan pribadi, penting untuk memastikan bahwa narasumber nyaman membahasnya. Persetujuan sebelumnya atau pendekatan yang hati-hati sangat penting untuk menjaga kenyamanan narasumber.
Pemahaman yang baik mengenai bagaimana pemilihan topik dalam wawancara dengan tepat akan membantu menciptakan wawancara yang produktif dan informatif. Tentunya juga relevan bagi semua pihak yang terlibat. (DNR)