PLN Ubah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Jadi Tenaga Surya

PLN Ubah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Jadi Tenaga Surya

PT PLN (Persero) mendorong transisi energi guna mendukung pemerintah mencapai target nol emisi atau net zero emission (NZE) pada 2060. Halaman all

(Kompas.com) 08/10/24 20:09 16165546

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) mendorong transisi energi guna mendukung pemerintah mencapai target nol emisi atau net zero emission (NZE) pada 2060. Salah satunya, mengubah pembangkit listrik berbahan bakar fosil menjadi hybrid.

Melalui PLN Indonesia Power (PLN IP), perusahaan menekan emisi karbon di sektor kelistrikan dengan melakukan melakukan dedieselisasi di Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali pada PLTS Hybrid Nusa Penida.

Dedieselisasi merupakan proses penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah terisolir, secara bertahap menjadi hybrid dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Di Nusa Penida, Bali beban puncak mencapai 11,3 megawatt (MW), kami lakukan dedieselisasi pada PLTS Hybrid Nusa Penida 3,5 MW ditambah battery energy storage system sebesar 3 MWh yang dapat berkontribusi 31 persen saat beban puncak," ujar Direktur Utama PLN IP Edwin Nugraha Putra dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).

Dengan perubahan secara bertahap itu, maka listrik yang dihasilkan PLN menjadi listrik bersih sejalan dengan upaya perusahaan menekan laju emisi.

Selain itu, dalam menurunkan emisi karbon pada sektor kelistrikan, PLN IP juga telah melakukan program co-firing, yakni pemanfaatan biomassa sebagai energi primer pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Jika pada umumnya pengoperasian PLTU hanya mengandalkan batu bara sebagai bahan bakar, maka dengan co-firing ada penambahan biomassa sehingga mengurangi penggunaan batu bara.

"Program co-firing ini menjadi salah satu terobosan kami untuk mengakselerasi transisi energi, meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi dan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan sektor kelistrikan," kata dia.

Berbagai upaya PLN IP menekan emisi itu pun mendapat pengakuan dari dunia internasional.

Pada ajang ASEAN Energy Awards (AEA) 2024 yang diselenggarakan ASEAN Center for Energy di Vientiane, Laos, melalui dua unitnya, PLN IP mendapatkan penghargaan.

Terdiri dari PLN IP UBP Bali dengan predikat Winner of the On Grid Local Grid of The ASEAN Renewable Energy Project Awards 2024, dan PLN IP UBP Priok mendapat 2nd Runner Up of The Energy Management in Buildings and Industry pada kategori Large Industry of The ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practice Awards 2024.

"Pengembangan transisi energi bagi kami tak hanya sebuah program, namun telah menjadi komitmen berkelanjutan," tutup Edwin.

#pembangkit-listrik #pln #emisi-karbon #plts #pln-indonesia-power #transisi-energi

https://money.kompas.com/read/2024/10/08/200938526/pln-ubah-pembangkit-listrik-tenaga-diesel-jadi-tenaga-surya