Curhat Jadi Bendahara Negara, Sri Mulyani: Saya Bukan Mrs. No
Sebagai bendahara negara, Sri Mulyani mengatakan tak bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak. - Halaman all
(InvestorID) 08/10/24 12:52 16182692
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya melakukan pengelolaan keuangan negara secara hati-hati. Dalam hal ini, pemerintah berupaya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus harus mengakomodasi kepentingan semua pihak.
“Saya ini termasuk pendengar yang baik, seluruh permintaan selalu saya dengar. Sehingga bisa didudukan, dan kalaupun ada ruang fiskal kita selalu bicara afirmasi terhadap program yang memang solid dan bisa dijalankan dengan baik. Itu adalah aspek kehati-hatian dari bendahara negara. Jadi jangan sampai nanti saya ditempelin dengan tulisan Mrs. No,” tutur Sri Mulyani dalam BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Selasa (10/8/2024).
Menurut dia, sikap selektif tetap diperlukan sebagai bendahara negara supaya belanja negara bisa dilakukan sesuai kebutuhan. Belanja negara turut berperan untuk menjalankan program pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus untuk memberikan perlindungan sosial terhadap masyarakat.
“Kalau saya (katakan) no, berarti tidak ada pembangunan dalam hal ini buktinya ada. Jadi ini masalah selektivitas dan kualitas dan tentu ini menunjukkan kita semua gunakan uang rakyat secara responsible,” terang Sri Mulyani.
APBN menjalankan fungsi countercyclical saat perekonomian negara sedang tertekan maka belanja negara dilakukan untuk meredam tekanan tersebut. Misalnya saat pandemi Covid-19 pemerintah memompa belanja negara lantaran ada kebutuhan mendesak terhadap perlindungan untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
“Selama covid kami melakukan terobosan yang memang situasinya karena extraordinary maka kita melakukan berbagai penggunaan instrumen fiskal yang tidak biasa. Salah satunya melakukan ekspansi fiskal yang luar biasa namun dengan burden sharing dengan BI,” tutur Sri Mulyani.
Dia mengatakan, Indonesia termasuk negara yang mampu melakukan konsolidasi fiskal dalam waktu cepat. Dalam perkembangannya, defisit anggaran cenderung turun dari 6,14% terhadap PDB pada tahun 2020 menjadi sebesar 4,57% terhadap PDB pada tahun 2021, tetapi masih di atas 3% terhadap PDB sebagai dampak dari kebijakan extraordinary.
Tren positif terus berlanjut di tahun 2022 dan 2023, dimana defisit anggaran secara bertahap terus menurun sehingga menjadi 2,35% dan 1,61% terhadap PDB. “Indonesia termasuk dari sedikit negara dunia ini yang mampu melakukan konsolidasi fiskal pasca pandemi hanya dalam waktu 2 tahun. Orang sering anggap shock itu karena sudah lewat tetapi scaring effect-nya terjadi sangat dalam,” kata Sri Mulyani.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #sri-mulyani #bni-investor-daily-summit-2024 #apbn-2025 #bendahara-negara #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/macroeconomy/375932/curhat-jadi-bendahara-negara-sri-mulyani-saya-bukan-mrs-no