Bandara Tak Sekedar Terminal

Bandara Tak Sekedar Terminal

Bandara kini tidak hanya sebagai terminal saja, melainkan juga wajah suatu negara. - Halaman all

(InvestorID) 08/10/24 23:13 16182708

JAKARTA, Investor.id -Seiiring dengan perkembangan zaman, bandara kini tidak hanya sebagai terminal saja, melainkan juga wajah suatu negara.

Presiden Direktur PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Dony Oskaria mengatakan, bandara tidak hanya menjadi terminal kedatangan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. "Saat wisatawan datang ke Indonesia, kesan pertama yang mereka dapatkan adalah bandara kita," ucap dia saat salah satu diskusi bertajuk Hospitality Industry: A New Driving Force for Indonesia\'s Economic Growth di BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

Dony mengatakan, bandara adalah wajah dari suatu negara. Ketika mengambil alih pengelolaan bandara di Indonesia,  mereka menyadari pentingnya hal ini. "Transformasi yang kami lakukan tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup aspek revenue stream. Sebagai gambaran, idealnya 60% dari pendapatan bandara berasal dari non-aero revenue, seperti ritel dan manajemen properti," ucap dia.

Dony mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan dari ritel adalah dengan memperpanjang waktu rata-rata penumpang berada di bandara. Saat ini, rata-rata waktu penumpang di bandara domestik Indonesia hanya sekitar 1 jam 28 menit, dengan sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk check-in dan boarding. Akibatnya, waktu yang tersedia untuk berbelanja hanya sekitar 18 menit.

Hal Ini yang menyebabkan spending per pax Indonesia hanya sekitar US$ 3, jauh lebih rendah dibandingkan negara lain yang bisa mencapai US$16. "Jika kita bisa meningkatkan spending per penumpang sebesar US$2 saja, dampaknya bisa mencapai US$ 150 juta," ucap dia.

Untuk mencapai itu, terang Dony, perlu menciptakan kenyamanan di bandara. Sebagai contoh, suhu di beberapa bandara Indonesia saat ini terlalu panas, mencapai 28°C. InJourney menargetkan suhu ini turun menjadi 22°C dalam beberapa bulan ke depan. "Selain itu, kami juga melakukan refurbishment  pada area komersial di bandara, dengan tujuan meningkatkan daya tarik visual yang akan mendorong pengunjung untuk berbelanja lebih banyak," kata dia.

InJourney juga merombak desain fit-out di bandara agar lebih menarik secara visual, karena pengalaman belanja di bandara sangat impulsif. Ini adalah hal-hal yang sebelumnya kurang dipahami oleh pengelola bandara. Dony mengatakan, pihaknya melakukan transformasi ini secara bertahap.  "Kami juga sedang memperbaiki sistem bagasi di Soekarno-Hatta, yang saat ini memakan waktu terlalu lama, sekitar satu jam, padahal targetnya hanya 20 menit," ucap Dony.

Dia mengakui masalahnya adalah peralatan yang sudah usang dan proses bisnis yang belum optimal. "Saya minta teman-teman bersabar karena ini adalah proses transformasi yang harus kita lakukan untuk menjadikan bandara kita lebih nyaman dan efisien di masa depan," kata Dony. (le)

Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #injourney #hospitality #bandara #bni-investor-daily-summit-2024 #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/trade-industry/375999/bandara-tak-sekedar-terminal