Janji Pramono Anung Hadirkan "Job Fair" 3 Bulan Sekali di Setiap Kecamatan, Mungkinkah Terlaksana?
Pramono Anung janji adakan job fair setiap kecamatan di Jakarta setiap tiga bulan jika terpilih. Apakah janji ini mungkin terlaksana? Halaman all
(Kompas.com) 09/10/24 13:03 16196826
JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung berjanji akan mengadakan bursa kerja atau job fair di setiap kecamatan di Jakarta jika ia terpilih sebagai gubernur Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono dalam debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024, Minggu (6/10/2024).
"Secara konkret kami akan mengadakan yang dinamakan job fair untuk 3 bulan sekali di kantor kecamatan," ungkap Pramono.
Pramono menambahkan, setiap kecamatan akan bertugas memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat yang ingin melamar pekerjaan.
Persyaratan melamar kerja juga akan dipermudah agar masyarakat punya kesempatan lebih besar untuk diterima.
"Tugas kantor kecamatan adalah juga sekaligus menjadi balai latihan kerja, terutama bagi wanita. Petugas PPSU yang sekarang ini syaratnya SLTA akan kita potong menjadi SD, yang paling penting adalah bisa membaca dan menulis," jelas Pramono.
Penyelenggaraan job fair sesuai kebutuhan perusahaan
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta, Diana Dewi, menekankan bahwa penyelenggaraan job fair sejatinya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dalam mencari tenaga kerja.
"Bisa saja diadakan per tiga bulan berganti-ganti kecamatan. Tentu nantinya diawali dengan memobilisasi perusahaan-perusahaan dalam satu kecamatan atau lebih misalnya," ungkap Diana saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/10/2024).
Meski begitu, Diana berujar bahwa kebutuhan akan tenaga kerja perlu diketahui terlebih dahulu, ada atau tidak.
Jika ada cukup banyak permintaan tenaga kerja, tentu penyelenggaraan job fair bisa dilaksanakan. Sebaliknya, job fair akan sulit diadakan apabila kebutuhan tenaga kerja tidak ada.
"Karena kebutuhan tenaga kerja berangkat dari demand dulu baru ada supply, bukan sebaliknya. Apalagi saat ini sudah semakin menjamur perusahaan outsourcing, di mana banyak perusahaan menggunakan tenaga kerja dari perusahaan alih daya tersebut sehingga (penyelenggaraan) job fair dirasa semakin kurang," jelas Diana.
Diana berujar, job fair merupakan metode pencarian kerja yang komprehensif. Namun, kesuksesannya bergantung pada kecocokan antara kualifikasi calon pekerja dan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan.
"Bila calon pekerja tidak memenuhi kualifikasi lamaran, tentu tidak akan diterima oleh perusahaan. Karena itu, job fair harus juga diimbangi dengan kompetensi yang dimiliki oleh para calon pekerja," tutur Diana.
Kondisi ekonomi sedang tidak baik
Diana mengungkapkan, kondisi perekonomian di Indonesia, termasuk Jakarta saat ini sedang tidak baik. Hal ini berpengaruh pada kebutuhan tenaga kerja yang semakin sedikit.
"Yang banyak terjadi akhir-akhir ini justru pemutusan hubungan kerja (PHK), di mana jumlahnya mencapai ribuan orang," ujar Diana.
Diana menyampaikan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dari Badan Pusat Stastistik (BPS), diketahui jumlah angkatan kerja di Jakarta pada Februari 2024 sebanyak 5,43 juta orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 2,10 persen poin. Adapun lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman.
"Sebanyak 1,84 juta orang di Jakarta bekerja pada sektor informal. Jumlah pekerja tidak penuh meningkat 199 ribu orang dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di periode yang sama sebesar 6,03 persen," tutur Diana.
(Penulis: Shela Octavia, I Putu Gede Rama Paramahamsa | Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita)
#pramono-anung #job-fair #pilkada-jakarta-2024 #job-fair-3-bulan-sekali