Mardiono Siapkan Transisi Kepemimpinan Terkait Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Mardiono gelar diskusi untuk rekomendasi transisi pemerintahan dalam pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045. Halaman all
(Kompas.com) 09/10/24 13:57 16199982
JAKARTA, KOMPAS.com - Utusan Khusus Presiden (UKP) Republik Indonesia bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan PanganMuhamad Mardiono mengadakan diskusi untuk memberikan rekomendasi bagi transisi pemerintahan yang akan datang.
Diskusi tersebut berlangsung dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk \'Catatan Akhir Tahun Pemerintahan dan Tantangan di Bidang Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Nasional\'.
"FGD ini ingin mengekstrak catatan dan masukan penting atas kinerja pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan, sekaligus menjadikannya rekomendasi bagi transisi pemerintahan yang akan datang,” kata Mardiono seperti dikutip dalam pernyataannya pada Rabu (9/10/2024).
Mardiono menambahkan, diskusi ini melibatkan berbagai stakeholder dari kementerian, lembaga riset, serta pihak perguruan tinggi terkait.
Dia berharap hasil kajian, kunjungan kerja, dan kegiatan diskusi yang telah dilakukan dapat menjadi masukan bagi pemerintahan mendatang.
Menurutnya, era pemerintahan yang akan datang akan menghadapi tantangan global dalam mewujudkan pencapaian Indonesia Emas 2045.
Dengan adanya rekomendasi ini, Mardiono berharap agar setiap langkah yang diambil ke depannya tidak kembali ke titik nol.
"Setidaknya ini menjadi bekal bagi pemerintahan yang akan datang untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan megatren global dalam menggapai Indonesia Emas 2045 di masa depan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir perwakilan dari Kementerian Bappenas, Kemenko PMK, Kementan, Kemendesa-PDTT, PUPR, Peneliti BRIN, pengamat kebijakan, dan stakeholders lainnya.
Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, dan Kesehatan IPB University, Drajat Martianto, juga memberikan pendapatnya.
Dia mengaku bahwa keterlibatan multisektor, termasuk akademisi, sangat penting dalam proses ini.
“Ini tentu menjadi suatu kebiasaan yang baik bahwa kita mengakhiri masa tugas atau pekerjaan dengan evaluasi seperti ini. Beliau (Pak Mardiono) benar bahwa pemerintahan ke depan harus belajar dari best practices dan masukan kebijakan dari diskusi seperti ini. Sebab tidak mungkin kita selalu mengulang dari awal,” ujarnya.
Drajat menekankan pentingnya pelibatan multisektor dalam mengembangkan kebijakan yang berbasis fakta melalui kajian-kajian dalam kegiatan FGD.
"Kita berharap apa yang dirumuskan menjadi awal dari masukan penting untuk pemerintahan ke depan,” tambahnya.
#pengentasan-kemiskinan #transisi-pemerintahan #ketahanan-pangan #muhamad-mardiono