Pendidikan Jadi Pondasi Penting untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Pendidikan Jadi Pondasi Penting untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Survei Political and Economic Risk Consultant (PERC) menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia berada di urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Data yang dilaporkan oleh The World Economic Forum Swed

(InvestorID) 10/10/24 13:38 16249779

JAKARTA, investor.id - Survei Political and Economic Risk Consultant (PERC) menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia berada di urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Data yang dilaporkan oleh The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Pendidikan menjadi pondasi penting untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

Untuk mendukung mewujudkan Generasi Emas 2045, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memberikan Beasiswa Agrisrikandi HKTI ke China.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., M.A. memimpin pelepasan Peraih Beasiswa Agrisrikandi HKTI ke China pada Rabu, 9 Oktober 2024 di Kantor Staf Presiden, Jakarta. 

"Saya turut bahagia terhadap kalian yang akan mendapatkan ilmu di luar negeri, karena kalian termasuk beruntung diberikan kesempatan, kalian mesti bersyukur," kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Diketahui, Generasi Emas 2045 merupakan sebuah wacana, dan gagasan dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi.

Diseminasi gagasan itu gencar dilakukan untuk menginspirasi generasi muda agar lebih bersemangat dalam belajar dan berkarya di segala bidang. Pada momentum satu abad kelak Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan sejajar dengan negara adidaya lainnya. Hal itu dapat diwujudkan jika generasi muda memiliki kompetensi, kreativitas, dan inovasi yang tinggi.

Moeldoko yang masih berdinas sebagai Kepala Staf Kepresidenan ini melepas lima kandidat terpilih yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia yaitu, Muhammad Farhan dari Sumatera Barat, Reina Lintang Asri dari Demak, Arsy Sulistyana dari Solo, Amirah Saldabila dari Sumatera Barat dan Daniel Dameon dari Pangkal Pinang. 

Pelepasan Peraih Beasiswa Agrisrikandi HKTI ke China turut didampingi oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Tani HKTI. 

Ketua Umum DPP Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto mengatakan Program beasiswa Agrisrikandi ke China ini dikelola langsung oleh Dewan Pengurus Pusat Perempuan Tani HKTI setiap tahunnya. 

“Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari HKTI dalam hal pemberdayaan pendidikan terhadap generasi emas Indonesia di masa mendatang,” ungkap Dian yang juga Pemenang Beasiswa Erasmus Scholarship 2023 yang mengambil jurusan Data Manager dan Agro Agroekologi di L\'institut Agro Montpellier, Prancis ini.

Dian melanjutkan, beasiswa kali ini khusus untuk pendidikan D3 dengan beberapa jurusan yang tersedia yaitu E-commerce, Horticultural Technology, Pharmacutical dan Biology Technology di Nantong College of Sciend and Technology. 

Proses seleksi yang telah dibuka dari bulan Juli 2024 hingga September 2024. Penerima beasiswai akan menempuh pendidikan selama tiga tahun di China dan akan menjalani satu tahun persiapan bahasa dan dua tahun pelaksanaan pendidikan. 

"Mereka akan mendapatkan fasilitas penuh melalui pembebasan biaya pendidikan, tempat tinggal dan uang saku sehingga diharapkan peraih beasiswa ini mampu menggapai cita-cita nya dengan baik dan bertanggung jawab," pungkasnya. 

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #moeldoko #kepala-staf-kepresidenan #hkti #beasiswa #china #pendidikan #generasi-emas-2045 #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/national/376173/pendidikan-jadi-pondasi-penting-untuk-wujudkan-generasi-emas-2045