Dewan Persusuan Nasional Dukung Impor 1 Juta Sapi di Pemerintahan Prabowo, tapi Syaratnya..
DPN mendukung langkah pemerintah mengimpor 1 juta sapi perah untuk lima tahun ke depan di pemerintahan Prabowo Subianto. Halaman all
(Kompas.com) 10/10/24 19:09 16264536
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN) Teguh Boediyana mendukung langkah pemerintah mengimpor 1 juta sapi perah untuk lima tahun ke depan di pemerintahan Prabowo Subianto.
Teguh mengatakan, untuk meningkatkan produksi susu, salah satunya harus mengimpor sapi. Terlebih, pemerintahan Prabowo nantinya memiliki program makan bergizi gratis yang memerlukan pasokan susu.
“Cuma tahapannya enggak gampang. Mengimpor sapi kan butuh makan, butuh dipelihara, teknisnya gimana. Tapi bahwa pikiran-pikiran Pak Prabowo ini (impor sapi), saya katakan ‘yes’. Cuma ini kan teknisnya harus diselesaikan oleh menteri ke bawah, enggak usah presiden,” kata Teguh di sela acara “Persembahan Gelar Bapak Peternak Sapi Perah Rakyat dan Koperasi” di Kemenkop-UKM, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2024).
PIXABAY/CHRISTIAN B Ilustrasi sapi.Syaratnya, lanjut Teguh, pemerintah harus menyiapkan lahan dan infrastruktur untuk menampung sapi-sapi impor tersebut.
“Syarat untuk sapi perah itu nomor 1 air, nomor 2 air, nomor 3 air. Memang harus terpilih daerah-daerah yang memiliki potensi air yang cukup. Nah, inilah ya itu tugasnya dari pemerintah, mana-mana yang mau dikembangkan,” kata Teguh.
Teguh juga mengingatkan bahwa susu merupakan produk yang cepat basi. Oleh karena itu, pengembangan harus terintegrasi.
Di sisi lain, Teguh juga berharap agar peternakan sapi perah nasional harus dibangun.
“Karena apa? Ketergantungan kita kepada impor ini juga sangat merugikan, kan. Padahal potensi untuk pengembangan di Tanah Air sangat besar,” ujar Teguh.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, ada sekitar 36 perusahaan atau koperasi yang berkomitmen memasok sapi impor ke Indonesia untuk mendukung program makan bergizi gratis di pemerintahan Prabowo Subianto.
“Terakhir ada sekitar 36 perusahaan dan koperasi yang sudah komitmen memasukkan sapinya ke Indonesia,” kata Sudaryono usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2024).
Sudaryono mengatakan, perusahaan-perusahaan itu ada yang dari luar negeri dan dalam negeri. Pemerintah dalam hal ini Kementan, menyiapkan lahan sekitar 1,5 hektar untuk menampung sapi-sapi impor tersebut.