Banggakan Proses Akuisisi Freeport dengan Harga Murah, Jokowi: Kenapa Tak Dilakukan 50 Tahun Lalu?
Jokowi bangga atas akuisisi 51% saham Freeport, mengungkapkan harga yang terjangkau dan potensi peningkatan kepemilikan. Halaman all
(Kompas.com) 11/10/24 17:59 16316879
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan dan mengaku senang atas keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mengakuisisi PT Freeport Indonesia (PTFI) dari Amerika Serikat dengan harga yang relatif murah.
Dalam acara Kompas 100 CEO Forum 2024 yang berlangsung di Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur, pada Jumat (11/10/2024), Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia kini memiliki 51 persen kepemilikan saham Freeport, meningkat signifikan dari sebelumnya yang hanya 9 persen.
"Artinya Freeport itu kepemilikannya bukan perusahaan Amerika lagi, tapi milik MIND ID. Dan ngambilnya dulu juga tidak gampang, enggak mudah, dari 9 (persen) melompat ke 51 (persen kepemilikan sahamnya). Gampang? Timnya kemarin ada 4, ada 3 menteri, 1 wamen, salah satunya Pak Budi Gunadi Sadikin. Yang kita senang, kita beli saat harganya murah," ujar Jokowi.
Jokowi menambahkan, pemerintah mengakuisisi saham Freeport dengan biaya sebesar 3,9 miliar dollar Amerika Serikat.
Menurutnya, pengeluaran untuk akuisisi tersebut kini sudah tertutupi.
"Seingat saya berapa? 3,9 miliar dollar AS, sekarang market value-nya berapa, Pak Tony (Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas)? 24, 34 miliar (dollar AS)? Naik terus, 34 (dollar AS) coba. Artinya yang kita beli 3 tahun yang lalu sekarang sudah lunas. Tahun ini lunas, Pak Tony ya? Lunas. Dan belinya enggak pakai duit kita," tuturnya.
Lebih lanjut, Jokowi menekankan, orang-orang Indonesia sebenarnya sangat pintar, karena mampu menutup pengeluaran pembelian saham Freeport tanpa menggunakan uang pemerintah.
Ia juga mengungkapkan keheranannya mengapa akuisisi Freeport tidak dilakukan sejak 50 tahun lalu.
"Pintar-pintar banget kita itu sebetulnya. Tapi kenapa enggak dilakukan 50 tahun yang lalu?" kata Jokowi.
Jokowi berharap agar kepemilikan saham Freeport dapat ditingkatkan lebih lanjut, meskipun proses negosiasi saat ini masih berlangsung dengan alot.
"Kita harapkan sekali lagi nanti tambah (kepemilikan saham Freeport). Enggak tahu berapa persen. Ini masih negonya alot banget," imbuhnya.