Seberapa Empuk Bukalapak (BUKA) Jadi Target Akuisisi?

Seberapa Empuk Bukalapak (BUKA) Jadi Target Akuisisi?

Apakah Bukalapak (BUKA) layak jadi kandidat potensial untuk diakuisisi oleh marketplace Temu asal China? Simak juga target harga saham BUKA. - Halaman all

(InvestorID) 10/10/24 15:22 16317529

JAKARTA, investor.id – Aplikasi marketplace Temu asal China dikabarkan tengah menjajaki cara memasuki pasar Indonesia melalui strategi akuisisi. Beredar rumor bahwa salah satu perusahaan yang menjadi target akuisisi tersebut adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Lantas, apakah Bukalapak memang layak menjadi kandidat potensial untuk diakuisisi, terutama oleh Temu yang belakangan rumornya santer terdengar?

“Bukalapak (BUKA) merupakan target akuisisi yang ideal bagi Temu karena kehadirannya yang kuat di wilayah tier 2, keselarasan dengan rangkaian produk Temu, dan potensi untuk merevitalisasi segmen pasarnya akan memberikan insentif bagi Bukalapak untuk melakukan hal itu,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam ulasannya.

Adapun lonjakan harga saham emiten berkode BUKA tersebut yang sempat terjadi baru-baru ini mencerminkan sentimen pasar yang positif seputar potensi akuisisi. Dari segi valuasi, kapitalisasi pasar (market cap) saham BUKA Rp 14,9 triliun diperdagangkan di bawah total uang tunai yang dimiliki perseroan yang mencapai Rp 18,6 triliun.

“Kami yakin BUKA kemungkinan akan meminta lebih dari nilai tunainya, jika kesepakatan ingin dicapai oleh seluruh entitas Bukalapak,” jelas Christopher.

Namun, dia yakin Temu kemungkinan besar hanya tertarik pada segmen marketplace Bukalapak, karena aset yang lain tidak relevan. “Mendivestasi pasar saja akan menguntungkan kedua pihak, membuat valuasi berdasarkan pasar saja, bukan keseluruhan ekosistem,” tuturnya.

Mirae menggunakan model discounted cash flow (DCF) 10 tahun untuk memvaluasi bisnis marketplace dan online to offline (O2O) BUKA yang menghasilkan nilai perusahaan sebesar Rp 1,68 triliun dan nilai ekuitas senilai Rp 14,4 triliun.

“Setelah disesuaikan dengan kas dan utang, valuasi tersebut menyiratkan EV/pendapatan BUKA sebesar 0,34 kali untuk tahun 2024, jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan sejenis di dunia yang sebesar 0,92 kali setelah diskon,” ungkap Christopher.

Meski demikian, karena potensi akuisisi masih bersifat spekulatif, maka realisasinya diperlukan untuk memvaluasi nilai BUKA sebenarnya. Jika berhasil, hal itu dapat merevitalisasi BUKA dan menawarkan stabilitas serta sentimen positif yang sangat dibutuhkan, setelah perubahan manajemen dan hasil kinerja kuartal II-2024 yang mengecewakan.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Sementara itu, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek memborong sebanyak 9.831.706.040 (9,54%) saham Bukalapak (BUKA). Alhasil, Emtek mengantongi 10,36% saham BUKA secara langsung. Transaksi ini terjadi di tengah rumor BUKA mau diakuisisi oleh Temu asal China.

Emtek (EMTK) sendiri adalah emiten yang dikendalikan Eddy K Sariaatmadja, dimana Anthoni Salim juga menjadi salah satu pemegang saham EMTK sebesar 8,99% saham. Sebelumnya, EMTK secara tidak langsung melalui PT Kreatif Media Karya sudah menguasai 24,62% saham BUKA. Dengan begitu, secara langsung maupun tidak langsung, EMTK kini menggenggam sekitar 35% saham BUKA.

Menanggapi hal itu, Mandiri Sekuritas dalam investordigest terbaru pada 10 Oktober 2024 menilai bahwa transaksi yang dilakukan EMTK atas saham BUKA memperkuat keyakinan bahwa BUKA mempunyai nilai dari sudut pandang pemegang saham pengendali, terutama karena kasnya sebesar Rp 19 triliun. Walaupun demikian, ada risiko bagi investor terhadap potensi pelemahan kinerja pada kuartal III-2024.

Mandiri Sekuritas tetap merekomendasikan beli saham Bukalapak (BUKA) dengan target harga Rp 245. Hingga berita ini ditayangkan, saham BUKA bertengger di level Rp 133. Dengan begitu, potensi kenaikan harganya mencapai 84%.

Sebelumnya, manajemen Bukalapak mengklarifikasi rumor soal rencana akuisisi oleh Temu. “Perseroan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi perseroan oleh e-commerce dari Temu (perusahaan dari China),” jelas Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi dalam keterbukaan informasi.

Dia menegaskan, Bukalapak akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, apabila perseroan menerima informasi yang telah diverifikasi kebenarannya atas rencana akuisisi tersebut.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bukalapak #saham-buka #buka #aplikasi-temu #temu #emtk #emtek #rekomendasi-saham #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/376186/seberapa-empuk-bukalapak-buka-jadi-target-akuisisi