Medco (MEDC) & Elnusa (ELSA) Tersulut Harga Minyak, Sahamnya Bakal Seberapa Panas?
Konflik di Timteng memicu lonjakan harga minyak. Apa dampaknya bagi Medco (MEDC) dan Elnusa (ELSA)? Saham MEDC dan ELSA bakal terus panas? - Halaman all
(InvestorID) 11/10/24 20:00 16341289
JAKARTA, investor.id – Peluncuran 180 rudal oleh Iran ke Israel telah memicu eskalasi konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak naik 9% menjadi US$ 81/bbl pada 7 Oktober. Lantas, sejauh mana dampaknya terhadap emiten sektor pertambangan minyak dan gas (migas) di Tanah Air, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Elnusa Tbk (ELSA)?
“Medco (MEDC) dan Elnusa (ELSA) diuntungkan oleh kenaikan harga minyak dan proyek yang akan datang pada semester II-2024,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Peluncuran 180 rudal balistik Iran ke Israel tersebut menandai serangan udara kedua Iran dalam kurang dari enam bulan. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan itu sebagai balasan atas kematian Hassan Nasrallah dan pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Israel diperkirakan akan merespons serangan ini.
“Kami memprediksi harga minyak dapat mencapai US$ 100/bbl, jika situasi itu terus berlanjut atau makin meningkat,” sebut RHB.
Di sisi lain, beberapa stimulus ekonomi seperti pemotongan suku bunga Fed AS sebesar 50 bps, penurunan cadangan bank oleh Bank Sentral China, PBoC, sebesar 50 bps dan stimulus fiskal sebesar 2 triliun yuan diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak di AS dan menaikkan impor minyak di China.
Pada Agustus, China sebagai importir minyak terbesar di dunia mengimpor 11,6 juta bbl/hari. Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada September. “Kami perkirakan China akan mempertahankan permintaan minyak yang kuat, karena impor minyak mentah mencapai 13% dari total impor China selama Januari-Agustus 2024 atau naik 2% yoy menjadi US$ 222,9 miliar,” jelas RHB.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Sementara itu, OPEC+ berencana mempertahankan pemotongan produksi minyak hingga Desember, sementara produksi minyak AS tetap tinggi. Dalam pertemuan terakhir, OPEC+ menjadwalkan peningkatan produksi sebesar 180 ribu bbl/hari, mengurangi pemotongan produksi minyak saat ini sebanyak 2,2 juta bbl/hari mulai Desember. Pada September, OPEC+ memproduksi 31,1 juta bbl/hari, turun 3% yoy.
Sedangkan produksi minyak AS mencapai rekor 13,3 juta bbl/hari atau meningkat 3% yoy, meskipun jumlah rig turun 4% yoy menjadi 479 rig. “Tapi, kami perkirakan konflik Timur Tengah yang makin meningkat akan berdampak signifikan pada pasokan global dan harga. Pada September, Iran memproduksi hampir 3,3 juta bbl/hari, yang mewakili 3% dari pasokan global,” ungkap RHB.
Di lantai bursa saham, sektor minyak dan gas dapat terus mengungguli IHSG hingga akhir 2024. “Kami melihat saham Medco (MEDC) berpotensi mengungguli IHSG di tengah eskalasi konflik Timur Tengah,” tutur broker itu.
Sebagai perusahaan hulu, MEDC diuntungkan oleh kenaikan harga minyak yang berdampak langsung pada pendapatannya. Sedangkan Elnusa (ELSA) selaku perusahaan jasa migas bakal terus diuntungkan dari beberapa proyek hulu dan investasi yang akan diluncurkan pada semester II-2024.
Sebab itu, RHB mempertahankan peringkat overweight untuk sektor minyak dan gas. Pilihan utamanya adalah MEDC dan ELSA. Rekomendasi untuk saham MEDC adalah buy dengan target harga Rp 1.900. Saham ELSA juga direkomendasikan buy dengan target harga Rp 650.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #medc #medco #saham-medc #saham-elsa #elnusa #harga-minyak #rekomendasi-saham #rhb #berita-ekonomi-terkini