Rintangan Unik Uji Ketangkasan di Seri Pamungkas Trial Game Dirt 2024 Malang
Perjuangan puluhan crosser menuju trofi juara dihadapkan rintangan unik pada seri pamungkas jumping big foot atau berwujud mobil VW dengan roda besar. Halaman all
(Kompas.com) 12/10/24 13:10 16356339
KOMPAS.com - Perjuangan puluhan Crosser menuju trofi juara dihadapkan rintangan unik pada seri pamungkas Trial Game Dirt 2024 yang dilaksanakan di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, pada 11-12 Oktober 2024.
Total ada empat kelas yang dipertandingkan pada seri pamungkas ini, yakni FFA Open, Campuran Open, Campuran Non-Seeded, dan FFA Master.
"Peserta di kelas FFA ada 22 crosser, Campuran Open 15 crosser, dan Non-Seeded sembilan crosser. Kalau kelas Master karena lomba besok kami masih buka pendaftaran sampai Sabtu pagi, maka dari itu jumlah belum bisa diketahui," kata Race Director Trial Game Dirt 2024 Jim Sudaryanto.
Ia mengatakan desain rintangan tahun ini berbeda dengan edisi sebelumnya. Pada edisi kali ini perhatian tertuju pada rintangan jumping big foot atau berwujud mobil VW dengan roda besar. Rintangan ini menggantikan bubble jump yang menjadi ikon di tahun sebelumnya.
Jumping bigfoot berbentuk mobil VW beroda raksasa yang sudah didesain sedemikian rupa dengan kaki-kaki besi baja. Roda raksasa ini yang menjadi bagian sirkuit yang harus dilalui.
Tidak hanya sekedar menjadi rintangan ikonik, jumping bigfoot juga memberikan level rintangan tingkat atas. Area lintasan roda cukup sempit dan tinggi menguji teknik dan ketangkasan pembalap.
Resiko jatuh pun sangat besar karena pembalap harus menjaga jarak stang motor mereka dengan badan mobil VW. Mereka juga harus menjaga keseimbangan supaya tidak jatuh dari ban mobil.
Karena resiko yang cukup tinggi pula jumping bigfoot diputuskan untuk tidak digunakan pada kelas FFA Master.
"Kalau Master pesertanya ada batasan minimal umur 35 tahun, istilahnya pembalap yang sudah berumur boleh ikut kelas ini. Karena untuk keamanan makanya kami tidak lewatkan di situ," ujar Jim Sudaryanto.
Sementara itu dari sisi persaingan, Lantian Juan masih menduduki puncak klasemen pada dua kelas berbeda, yakni FFA Open dan Campuran Open.
Dua pembalap M Excel dan Ivan Harry mengekor dibelakangnya mencari celah menuju posisi puncak andai Lantian lengah.
Pada kelas FFA Open Lantian Juan mendominasi dengan 97 poin dan disusul M Excel yang mengantongi 82 poin dan Ivan Harry dengan 72 poin di posisi ketiga.
Di kelas Campuran Open Latian unggul dengan 95 poin. Di urutan kedua ada M Excel dengan 77 poin dan Ivan Harry yang mengoleksi 71 poin.
"Mungkin nama-nama yang muncul sebagai kandidat juara umum pertama Lantian Juan, M Excel, dan Ivan Harry," pungkasnya.