Tiga Start-up Indonesia Peroleh Hibah Rp 6,8 Miliar

Tiga Start-up Indonesia Peroleh Hibah Rp 6,8 Miliar

pendanaan katalis seperti yang diberikan Pemerintah Inggris melalui Transform berperan penting dalam membantu perusahaan rintisan - Halaman all

(InvestorID) 13/10/24 15:10 16422355

JAKARTA, investor.id - Tiga start-up Indonesia terpilih sebagai penerima hibah sebesar Rp 6,8 miliar, dari 137 usaha rintisan yang mengikuti program solusi inovatif untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan. Para pemenang dipilih oleh panel seleksi Transform Bestari (Bersih, Sehat, dan Lestari) Challenge, bekerja sama dengan SDGs Financing Hub – Sekretariat Nasional SDGs, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Republik indonesia yang diumumkan dalam Konferensi Tahunan SDGs dan Festival SDGs 2024.

Sejak 2015, Transform yang dipimpin oleh Unilever, Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Pemerintah Inggris (UK FCDO), dan EY telah mendukung puluhan perusahaan di Asia yang memberikan dampak positif bagi jutaan orang.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, selaku Ketua Tim Pelaksana Nasional SDGs Vivi Yulaswati menyampaikan, pihaknya sangat senang melihat bagaimana SDGs Financing Hub – Sekretariat Nasional SDGs memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan. Di antaranya, dengan melakukan kurasi dan pengembangan pipeline proyek berdampak untuk pencapaian SDGs di Indonesia.

“Transform menjadi mitra strategis dalam upaya mengatasi tantangan lingkungan, meningkatkan akses masyarakat pada layanan kesehatan berkualitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Agenda 2030, dengan 17 pembangunan berkelanjutan menjadi jalan untuk masa depan yang lebih sejahtera, adil dan berkelanjutan," katanya.

Dominic Jermey, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, menambahkan, pendanaan katalis seperti yang diberikan Pemerintah Inggris melalui Transform berperan penting dalam membantu perusahaan rintisan yang berada pada tahap awal dalam berinovasi untuk mengatasi hambatan dalam mengembangkan bisnisnya. Tujuan kami adalah menemukan solusi inovatif yang berdampak positif bagi tantangan global dan meningkatkan potensi mereka untuk berkembang dan berinvestasi lebih lanjut.

“Dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Inggris – Indonesia, kami berharap dapat memperdalam kemitraan di berbagai bidang, termasuk di sektor kesehatan dan pertanian, demi kepentingan masyarakat dan planet kita, sembari membawa kemakmuran dan perdamaian yang berkelanjutan,” katanya.

Tiga start-up yang terpilih dari 137 partisipan menawarkan solusi inovatif untuk melindungi lingkungan, memulihkan alam, serta menyediakan akses layanan kesehatan melalui digitalisasi. Mereka melewati proses seleksi yang meliputi penyusunan concept note dan proposal model bisnis yang menyertakan target dampak positif yang ingin dicapai, sebelum kemudian dinyatakan sebagai pemenang oleh tim panel Transform Bestari Unilever, UK FCDO, EY Indonesia, dan SDGs Financing Hub.

Monika Prasodjo, Partner EY Indonesia, mengatakan, memilih kandidat pemenang dari banyaknya usaha rintisan yang mendaftar bukan merupakan tugas yang mudah. Namun, proposal yang para pemenang sampaikan begitu menonjol, dan hal ini terlihat dari komitmen mereka untuk menangani perubahan sosial dan lingkungan melalui model bisnis yang berkelanjutan.

“EY berkomitmen untuk menciptakan dampak bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan melalui program EY Ripples. Transform yang merupakan bagian dari EY Ripples, telah memberi kami kesempatan untuk membuktikan komitmen kami dalam mendukung keberlanjutan tersebut. Kami berharap para pemenang dapat memanfaatkan jaringan dan wawasan lokal mereka untuk memastikan program ini menemukan solusi efektif yang dapat menjawab tuntutan dan kebutuhan setempat,” ujarnya.

Adapun tiga perusahaan yang terpilih dalam program ini adalah: ● PT Kudeungoe Sugata mendukung pengembangan rantai pasokan yang berkelanjutan, terlacak, dan bertanggung jawab untuk biji kakao fermentasi, yang juga menguntungkan petani, konsumen, dan lingkungan

● Elevarm berinovasi melalui Vermikompos yang mengubah kotoran sapi menjadi penguat tanah yang kaya akan nutrisi, inisiatif ini dapat mendorong ekonomi sirkular melalui daur ulang limbah peternakan. Praktik ini bertujuan untuk merevitalisasi kondisi tanah guna meningkatkan produktivitas lahan dan secara signifikan berkontribusi terhadap pertanian berkelanjutan.

● TeleCTG adalah perusahaan teknologi milik Indonesia yang bertujuan merevolusi layanan kesehatan dengan teknologi berbasis telemedicine untuk para ibu di daerah perkotaan maupun pedesaan Indonesia.

Selain dana hibah, Transform akan memberikan dukungan bisnis berupa pengalaman praktis, sumber daya dan jaringan dari Unilever dan EY. Ketiga pemenang juga akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut dari SDGs Financing Hub setelah periode pendanaan berakhir.

Nurdiana Darus, Head of Sustainability and Corporate Affairs Unilever Indonesia, menambahkan, "Transform memberdayakan para wirausaha dengan wawasan dan pola pikir visioner yang memahami kebutuhan masyarakat serta bisa bekerja sama untuk mengimplementasikan solusi inovatif dalam penyelesaian masalah lingkungan dan sosial. Selain dana hibah yang diberikan, Unilever dan EY memberikan dukungan bisnis untuk membantu para usaha rintisan (start-up) dalam memberikan dampak nyata bagi bisnis mereka, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB di Indonesia,” tutup Nurdiana. -

Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #start-uo #bantuan #hibah #transform-bestarii #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/376452/tiga-startup-indonesia-peroleh-hibah-rp-68-miliar