Netanyahu Berencana Kosongkan Gaza Utara dan Setop Bantuan Bagi yang Tertinggal

Netanyahu Berencana Kosongkan Gaza Utara dan Setop Bantuan Bagi yang Tertinggal

PM Israel Benjamin Netanyahu mengkaji rencana mengosongkan Gaza utara dari warga sipil. Ia juga berencana menutup bantuan kemanusiaan. - Halaman all

(InvestorID) 14/10/24 10:46 16441651

KAIRO,investor.id – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sedang mengkaji rencana untuk mengosongkan Gaza utara dari warga sipil. Ia juga berencana menutup bantuan kemanusiaan bagi militan Hamas yang tertinggal.

Namun jika dilaksanakan, dapat menjebak ratusan ribu warga Palestina yang tidak mau atau tidak dapat meninggalkan rumah mereka tanpa makanan atau air.

Pihak Israel telah mengeluarkan banyak perintah evakuasi untuk wilayah utara selama perang yang berlangsung setahun, terakhir kali disampaikan pada Minggu (14/10/2024). Rencana yang diusulkan kepada Netanyahu dan parlemen Israel oleh sekelompok pensiunan jenderal akan meningkatkan tekanan.

Langkah ini hanya memberi warga Palestina waktu seminggu untuk meninggalkan sepertiga wilayah utara Jalur Gaza, termasuk Kota Gaza, sebelum mendeklarasikannya sebagai zona militer tertutup.

Mereka yang tersisa akan dianggap sebagai kombatan, yang berarti peraturan militer akan mengizinkan pasukan untuk menewaskan mereka. Kota tertutup ini tidak diberi akses makanan, air, obat-obatan, ataupun bahan bakar, menurut salinan rencana yang diterima Associated Press.

Kepala perencanaan ini, lapor AP, mengatakan langkah tersebut adalah satu-satunya cara untuk menghancurkan Hamas di utara dan menekannya untuk membebaskan para sandera yang tersisa.

Pemerintah Israel mengaku belum membuat keputusan untuk sepenuhnya melaksanakan apa yang disebut Rencana Jenderal dan tidak jelas seberapa kuat pertimbangannya.

Juru bicara militer Israel (IDF) Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan perintah evakuasi di Gaza utara tidak menandai tahap pertama dari Rencana Jenderal.

"Kami belum menerima rencana seperti itu," tambahnya, Senin (14/10/2024).

Namun, seorang pejabat yang mengetahui masalah tersebut mengatakan beberapa bagian dari rencana tersebut sudah dilaksanakan, tanpa menyebutkan bagian mana saja. Seorang pejabat kedua yang berkebangsaan Israel mengatakan Netanyahu telah membaca dan mempelajari rencana itu, tetapi tidak mengatakan apakah ada yang telah diadopsi.

Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim, karena rencana tersebut tidak seharusnya dibahas secara terbuka.

Pada Minggu, Israel melancarkan serangan terhadap pejuang Hamas di kamp pengungsi Jabaliya di utara kota tersebut. Tidak ada truk makanan, air, atau obat-obatan yang memasuki wilayah utara sejak 30 September 2024, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan situs web badan militer Israel yang mengawasi penyeberangan bantuan kemanusiaan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington menentang rencana apa pun yang akan membawa pendudukan langsung Israel di Gaza.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #israel #benjamin-netanyahu #gaza-utara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/376520/netanyahu-berencana-kosongkan-gaza-utara-dan-setop-bantuan-bagi-yang-tertinggal