Meningkat 7,3 Persen secara Tahunan, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.500 Triliun per Agustus 2024
Posisi utang luar negeri sampai Agustus 2024 sebesar 425,1 miliar dollar AS, atau setara sekitar Rp 6.589,05 triliun (kurs Rp 15.500 per dollar AS). Halaman all
(Kompas.com) 14/10/24 12:00 16447343
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia meningkat pada Agustus 2024. Kenaikan ini melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, posisi utang luar negeri sampai dengan Agustus 2024 sebesar 425,1 miliar dollar AS, atau setara sekitar Rp 6.589,05 triliun (kurs Rp 15.500 per dollar AS).
Posisi utang ini meningkat sekitar 10,8 miliar dollar AS dari Juli 2024.
"Utang luar negeri Indonesia pada Agustus 2024 tetap terkendali," kata dia dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).
Jika dilihat secara tahunan, posisi utang luar negeri juga tercatat meningkat. Erwin menyebutkan, posisi utang luar negeri Indonesia tumbuh 7,3 persen dari Agustus 2023.
Kenaikan utang itu disebabkan oleh posisi utang pemerintah dan bank sentral serta swasta yang meningkat serta pelemahan mata uang dollar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah.
Tercatat posisi utang luar negeri pemerintah sebesar 200,4 miliar dollar AS. Angka ini meningkat dibanding posisi bulan Juli 2024 yang sebesar 194,3 miliar dollar AS.
Sementara jika dilihat secara tahunan, nilai utang luar negeri pemerintah meningkat 4,6 persen. Kenaikan ini berlanjut dari peningkatan pada bulan sebelumnya sebesar 0,6 persen secara tahunan.
"Perkembangan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan semakin terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," tuturnya.
Bank sentral memastikan, posisi ULN pemerintah masih terjaga. Hal ini terefleksikan dari ULN tenor jangka panjang yang mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.
Sementara itu, posisi utang luar negeri swasta tercatat sebesar 197,8 miliar dollar AS pada Agustus lalu. Ini meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 195,2 miliar dollar AS.
Adapun secara tahunan, posisi ULN swasta tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 1,3 persen.
Kenaikan itu didorong oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,6 persen secara tahunan.
"ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,5 persen terhadap total ULN swasta," katanya.
Dengan perkembangan tersebut, BI mencatat, rasio utang luar negeri Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat menjadi 31 persen, dari 30,2 persen pada Juli.
ULN Indonesia juga didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,3 persen dari total nilai utang.
"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," ucapnya.