Supply dan Demand Perumahan Menjadi Perhatian BTN
Di sisi demand, BTN mengusulkan skema pembiayaan subsidi yang baru kepada Satgas Perumahan - Halaman all
(InvestorID) 14/10/24 14:41 16451033
Jakarta, Investor.id- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberi perhatian luas terhadap sisi pasokan (supply) dan sisi permintaan (demand) di sektor perumahan.
Sisi supply dan demand perumahan harus terpenuhi dan saling melengkapi.
Hal ini dinilai penting, termasuk ketika mendukung Program Tiga Juta Rumah yang akan digulirkan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, sisi supply adalah produksi dan ketersediaan rumah serta lahan, sedangkan sisi permintaan yang terkait dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen atau end-user.
Di sisi supply, jelas Nixon, BTN mendukung dengan cara memberikan pendanaan kepada developer berupa kredit konstruksi, baik untuk landed house (rumah tapak) maupun high rise (rumah vertikal).
Lalu, untuk sisi demand, BTN menyalurkan kredit kepada konsumen, baik untuk membeli rumah, membangun rumah di lahan yang sudah ada, maupun merenovasi rumah.
“Jadi, jika masyarakat di desa, misalnya, sudah punya rumah namun tidak layak huni, BTN memiliki pembiayaan untuk renovasi,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis dikutip Senin (14/10/2024).
Dalam konteks sektor perumahan lebih luas, Nixon mengatakan, BTN turut memberikan masukan kepada Satgas Perumahan dengan skema yang sama agar pemerintah dapat mewujudkan programnya.
Di sisi supply, BTN menyarankan agar sejumlah masalah di lapangan yang terkait dengan tata ruang serta sertifikasi tanah dan rumah selama ini dibereskan terlebih dahulu karena terkait dengan beragam institusi dan tumpang-tindih peraturan.
Untuk sisi demand, masyarakat perlu diberikan edukasi terus-menerus bahwa memiliki rumah tidak selalu berupa rumah tapak (landed house), melainkan juga hunian vertikal (vertical housing).
Selain itu, di sisi demand, BTN juga telah mengusulkan skema pembiayaan subsidi yang baru kepada Satgas Perumahan agar subsidi yang disalurkan dapat lebih tepat sasaran, efisien, dan tidak membebani keuangan negara.
Penyesuaian skema subsidi tersebut dikelompokkan berdasarkan desil (pemeringkatan kesejahteraan) pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).
Berdasarkan rencana pemerintahan Prabowo, program Tiga Juta Rumah terdiri atas pembangunan dua juta unit rumah di pedesaan dan satu juta unit apartemen di kota-kota besar.
Pemerintahan Prabowo memprioritaskan pembangunan rumh di pedesaan karena proyek perumahan akan menggerakkan perekonomian di desa dan menyerap tenaga kerja lokal.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #sektor-perumahan #program-tiga-juga-rumah #bank-btn #demand-perumahan #supply-perumahan #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/property/376543/supply-dan-demand-perumahan-menjadi-perhatian-btn