Emiten Jajaki Peluang Bisnis Baru, Saham Terbang 2.618%, Terungkap Siapa Bos Besarnya
Saham Fortune Indonesia (FORU) kembali ARA pada hari ini. Terungkap siapa bos besar FORU. - Halaman all
(InvestorID) 14/10/24 12:25 16467398
JAKARTA, investor.id - Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melonjak 9,88% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 3.670 per jeda siang perdagangan 14 Oktober 2024 ini. Saham FORU tercatat di papan pemantauan khusus sehingga batas auto rejection-nya 10%.
Sejak perdagangan 9 sampai dengan 11 Oktober pekan lalu saham Fortune Indonesia (FORU) selalu ARA. Dalam periode year to date (ytd) terbang 2.618%.
Telah diberitakan bahwa Fortune Indonesia (FORU) tengah melakukan penjajakan peluang bisnis baru. Hal ini sebagai langkah strategis untuk pengembangan bisnis FORU.
Sekretaris Perusahaan Fortune Indonesia, Sari Dewi mengungkapkan, rencana penjajakan bisnis baru tersebut meliputi berbagai bidang. Antara lain manufaktur baja, penyedia infrastruktur pertambangan, penyewaan alat berat dan mesin, hingga pertambangan.
“Perseroan melihat potensi pertumbuhan yang signifikan pada sektor-sektor tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada pemegang saham perseroan,” ungkap Sekretaris Perusahaan FORU Sari Dewi dalam keterbukaan informasi pekan lalu.
Anirudh Misra
Sebelumnya IMR Asia Holding Pte Ltd telah resmi mengakuisisi 361,5 juta (77,7%) saham Fortune Indonesia (FORU) pada 7 Maret 2024. Sebelum diakuisisi, FORU dikendalikan konglomerat ternama, Peter Sondakh.
Penerima manfaat akhir FORU kini adalah Anirudh Misra yang juga menjabat sebagai direktur utama perseroan. Sejauh ini Fortune Indonesia (FORU) bergerak sebagai perusahaan periklanan.
Anirudh Misra adalah warga negara Inggris, usia 59 tahun. Berdasarkan informasi yang terdapat dalam situs web Fortune Indonesia (FORU), Anirudh merupakan lulusan salah satu perguruan tinggi terkemuka di India yaitu Institut Teknologi India dengan gelar sarjana teknis sipil pada tahun 1986.
Memulai karier di Tata Steel, dengan menempati berbagai posisi di tambang, pelabuhan, pabrik baja, dan ferro alloy.
Berbekal pengalaman dan keahlian yang didapat sepanjang kariernya di Tata Steel selama 10 tahun, dilanjutkan dengan terjun ke dalam dunia bisnis dengan mendirikan beberapa perusahaan berskala global, termasuk di Britania Raya dan India, termasuk mendirikan IMR Group di Zug, Swiss pada tahun 2004.
Saat ini, IMR Group telah berkembang menjadi salah satu perusahaan global terkemuka di bidang pertambangan, manufaktur, dan perdagangan, dengan fokus pada komoditas untuk industri baja dan energi. IMR Group beroperasi di Indonesia, Meksiko, Afrika Selatan, dan India. Saat ini, Anirudh Misra menjabat juga sebagai CEO group di IMR.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #fortune-indonesia #foru #anirudh-misra #saham-foru #berita-ekonomi-terkini