Kini, LRT Jabodebek Dilengkapi Sistem Kepadatan Penumpang

Kini, LRT Jabodebek Dilengkapi Sistem Kepadatan Penumpang

Setelah melalui tahap uji coba, sistem ini kini beroperasi penuh untuk mendukung perjalanan harian seluruh pengguna LRT Jabodebek. Halaman all

(Kompas.com) 16/10/24 07:30 16539261

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi mengoperasikan Crowd Detection System di seluruh stasiun dan trainset (rangkaian kereta) LRT Jabodebek.

Menurut Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono, ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna.

Setelah melalui tahap uji coba, sistem ini kini beroperasi penuh untuk mendukung perjalanan harian seluruh pengguna LRT Jabodebek.

Melalui sistem tersebut, KAI menyediakan informasi real-time mengenai kepadatan di setiap rangkaian kereta dan stasiun.

Sehingga, pengguna dapat mengakses data ini untuk memilih rangkaian kereta atau car yang kurang padat. Jadi, perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.

Mahendro menambahkan, sistem ini adalah bukti komitmen KAI dalam memanfaatkan teknologi demi peningkatan layanan dan keselamatan pengguna.

"Dengan implementasi penuh dari Crowd Detection System, kami berharap pengguna bisa mendapatkan pengalaman perjalanan lebih baik. Teknologi ini memungkinkan pengguna menghindari kerumunan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kenyamanan selama menggunakan layanan LRT Jabodebek," ujar Mahendro.

Adapun Crowd Detection System menggunakan teknologi canggih berbasis kamera CCTV dan pemrosesan gambar untuk menghitung jumlah orang di area tertentu secara real-time.

"Hal ini memungkinkan KAI untuk mengelola arus pengguna dengan lebih baik, menghindari kepadatan yang berlebihan, dan memastikan aliran pengguna yang lancar di seluruh area operasional," tandas Mahendro.

#kai #kereta-api #lrt-jabodebek #pt-kereta-api-indonesia-kai #sistem-pendeteksi-kepadatan #crowd-detection-system

https://www.kompas.com/properti/read/2024/10/16/073000721/kini-lrt-jabodebek-dilengkapi-sistem-kepadatan-penumpang