CEO Bandara Incheon Ungkap Alasan Gandeng InJourney Airports Bidik Pasar Asia dan Timur Tengah Halaman all

CEO Bandara Incheon Ungkap Alasan Gandeng InJourney Airports Bidik Pasar Asia dan Timur Tengah Halaman all

InJourney Airports teken kerja sama dengan Bandara Incheon Korsel. Salah satu kerja samanya, akan kelola bandara di 3 negara. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 16/10/24 07:39 16555161

INCHEON, KOMPAS.com - CEO Incheon International Airport Corporation (IIAC) Hag Jae Lee mengungkap alasan di balik kerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dalam hal kebandarudaraan.

Hal ini diungkapkannya dalam sebuah wawancara khusus di Incheon, Korsel, usai meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk kerja sama strategis di sejumlah bidang dengan InJourney pada Selasa, 15 Oktober 2024.

Dia menyebutkan, bahwa IIAC merupakan pengelola bandara yang sangat berkualitas di kancah internasional, khususnya di dalam bidang pembangunan bandara dan juga pengelolaannya.

Sementara InJourneybAirports yang sudah melakukan merger antara Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, yang tadinya mengelola 15 bandara, kini pascamerger menjadi 37 bandara yang dikelola saat ini.

"Oleh karena itu, kami memandang Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) ini tidak hanya di dalam Indonesia, tetapi secara global, bisa dinilai sebagai pengelola bandara yang sangat besar. Oleh karena itu, apabila kedua perusahaan ini bekerja, sama, tidak hanya (menguntungkan) bagi Indonesia dan Korea, tetapi kita bisa bekerja sama, membuat sinergi bisa berperan lebih besar untuk kawasan Asia dan internasional," kata Hag Jae Lee.

Menurut dia, ketika Incheon Airport ingin memasuki pasar internasional, mereka bisa bekerja sama dengan InJourney Airports yang dinilai sudah memiliki pengalaman yang bagus, sehingga cocok menjadi mitra yang sangat bagus.

Terutama untuk bekerja sama menggarap pasar kawasan Asia dan Timur Tengah khususnya di dalam pertukaran SDM.

"Ketika kami mengelola bandara itu, kami membutuhkan banyak SDM yang sangat berkualitas. Oleh karena itu kedua perusahaan ini bisa bekerja sama untuk meningkatkan pertukaran SDM tersebut," lanjut Hag Jae Lee.

Ia menambahkan, Korea Selatan memiliki pepatah dan peribahasa, bahwa saat memulai pekerjaan, itu seperti kita sudah melakukan separuhnya.

Dengan demikian, suatu permulaan itu sangat penting dalam melakukan sesuatu, seperti kerja sama dengan InJourney Airports.

"Oleh karena itu, dengan adanya penandatanganan MoU hari ini, seperti yang saya sampaikan, Angkasa Pura Internasional dan Incheon Airport bisa bekerja sama khususnya untuk pengelolaan bandara di dunia termasuk kawasan Asia dan Timur Tengah," lanjut Hag Jae Lee.

"Dan kami yakin dengan kerja sama ini kita bisa membuatkan hasil yang lebih besar dan juga harus terus lmenerapkan kerja samanya."

Alasan terakhir Hag Jae Lee, yakni sosok Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi.

Ia mengaku sangat mengapresiasi karir dan pengalaman Faik Fahmi yang sebelumnya pernah menjadi pemimpin di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, kemudian baru dilantik jadi pemimpin di Angkasa Pura Indonesia pasca kedua perusahaan di atas merger.

"(Faik Fahmi) Punya pengalaman panjang sehingga sudah memiliki banyak pengetahuan, saya banyak mempelajari dari beliau," pungkas Hag Jae Lee.

#incheon #injourney-airports #angkasa-pura-indonesia

https://money.kompas.com/read/2024/10/16/073900026/ceo-bandara-incheon-ungkap-alasan-gandeng-injourney-airports-bidik-pasar-asia?page=all