Jokowi: Perubahan Cuaca Tidak Jelas, Kapan Panas dan Hujan Sulit Diprediksi
Jokowi menyaatakan, perubahan cuaca sedang tidak jelas sehingga kapan terjadinya musim panas dan musim hujan sulit diprediksi Halaman all
(Kompas.com) 16/10/24 16:39 16559817
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan perubahan cuaca yang terjadi saat ini sedang tidak jelas dan tidak pasti sehingga kapan terjadinya musim panas dan musim hujan sulit diprediksi.
Hal tersebut Jokowi sampaikan saat meresmikan Pusat Riset Genomik Pertanian di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada Rabu (16/10/2024).
"Karena perubahan cuaca yang tidak jelas, perubahan iklim yang tidak pasti. Panasnya berapa bulan, hujannya berapa bulan, sulit sekarang ini diprediksi dan dihitung," ujar Jokowi, Rabu.
Menurut Jokowi, perubahan iklim kini kian nyata dirasakan.
Dampaknya pun tidak hanya berkaitan dengan udara panas di semua negara saja, melainkan juga produksi pangan dunia menjadi turun.
"Sehingga menyebabkan produksi pangan di semua negara, hampir semua negara turun. Dan ketakutan dunia adalah nantinya terjadi krisis pangan," kata mantan gubernur Jakarta itu.
Di sisi lain, Jokowi menilai riset mengenai pangan dan holtikultura di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara lain.
Ia mencontohkan, produksi kopi di Indonesia masih berada di angka 2-2,3 ton per hektare, sedangkan negara lain bisa memproduksi kopi sampai 8-9 ton per hektare.
"Artinya bibit, benih unggul yang kita miliki kalah dengan mereka," ucap Jokowi.
"Padi juga sama, kita masih per hektarenya 5,2 ton. Negara lain sudah sampai di atas 7, artinya research di sini kita juga masih kalah dengan negara-negara lain," imbuh dia.
Oleh sebab itu, Jokowi mengapresiasi dibukanya Pusat Riset Genomik Pertanian di Sumut.
Dia berharap produksi per hektare dari kopi, padi, kentang, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain semakin meningkat.
"Kerja sama dengan siapapun silakan, dengan negara manapun silakan. Yang paling penting kita mendapatkan benih unggul, mendapatkan bibit unggul, sehingga produktivitas produksi padi, produksi bahan-bahan pangan kita semuanya bisa naik per hektare-nya," kata Jokowi.