APBN Tak Cukup Biayai Seluruh Rumah Subsidi, Butuh Pemda dan Swasta
Program 3 juta rumah Prabowo tersebar di perkotaan dan perdesaan, dengan rincian 1 juta rumah di perkotaan dan 2 lainnya di perdesaan. Halaman all
(Kompas.com) 16/10/24 16:30 16559820
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto akan membangun 3 juta rumah setiap tahun selama masa kepemimpinannya.
Program ini telah dimulai sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tetapi jumlahnya hanya sebanyak 1 juta rumah per tahun.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak cukup untuk membiayai pembangunan seluruh rumah tersebut.
Karenanya kolaborasi dari pemerintah daerah (pemda) berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dipadukan dengan aksi sosial swasta bisa mendorong realisasi target 3 juta rumah.
Misalnya, pemda bisa menyediakan tanah berupa Hak Pakai dalam jangka waktu tertentu, kemudian swasta yang membuka usaha dan mempekerjakan masyarakat sekitar bisa menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pengembangan perumahan untuk karyawannya.
"Misal saya punya pabrik dengan pekerja banyak, saya gandengan dengan pengembang sekitar, saya cek di sini anak buah saya ada 200 orang yang belum punya rumah, punya kemampuan mengangsur maksimal sekian, tinggal saya minta (pemda) carikan tanah yang murah, bangun dengan tipe sesuai keinginan dan harga murah, bisa dapat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau Rent To Own (RTO)," papar Iwan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Lewat cara tersebut, pengembang juga bisa memotong biaya yang harus mereka keluarkan untuk promosi dan pemasaran.
"Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU)-nya gimana? Minta ke Kementerian PUPR kan bisa," imbuh Iwan.
Sebagai informasi, program 3 juta rumah Prabowo tersebar di perkotaan dan perdesaan, dengan rincian 1 juta rumah di perkotaan dan 2 lainnya di perdesaan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo yang juga adik kandung Prabowo menyampaikan, program membangun 3 juta rumah dalam setahun merupakan bagian dari upaya pengentasan stunting.
"Bukan hanya makanan bergizi, tapi kalau anak dapat makanan di sekolah dua kali sehari tapi kembali ke rumah gubuk dan harus hidup dengan perkutut dengan hewan dan sebagainya ini tidak akan menyelesaikan masalah, maka perumahan yang layak itu sangat-sangat penting," katanya dalam acara Propertinomic oleh Real Estat Indonesia (REI) yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Hashim menegaskan, target membangun 3 juta rumah adalah untuk periode satu tahun. Sehingga dalam satu periode kepemimpinan Prabowo atau dalam waktu lima tahun, akan dibangun 15 juta rumah.
Namun menurutnya, dengan sifat bangsa Indonesia yang cepat puas, maka Satgas Perumahan memasang target yang tinggi, bahkan menyentuh angka 16 juta rumah dibangun dalam waktu lima tahun.
"Kita harus pasang target yang tinggi, karena kita sudah tahu bangsa Indonesia kan, kalau targetnya 15 juta ya dengan 11 juta sudah puas, kalau bisa kita 16 juta," ucapnya.