Pengamat: Menteri Perempuan Biasa Detail dan Amanah

Pengamat: Menteri Perempuan Biasa Detail dan Amanah

Siti Zuhro menilai, menteri-menteri perempuan biasanya punya karakter amanah dan detail menyelesikan masalah Halaman all

(Kompas.com) 16/10/24 16:27 16559821

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Politik Utama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Prof R Siti Zuhro menyatakan, menteri perempuan umumnya bekerja lebih amanah dan memperhatikan detail.

Menurut Siti Zuhro, asumsi itu terlihat dari kinerja dua menteri perempuan di pemerintahan Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Perempuan itu biasa going into detail, sangat amanah dan detil untuk menyelesaikan permasalahan. Contoh yang paling konkret adalah Ibu Menlu Retno dan Ibu Sri Mulyani," kata Siti Zuhro, Rabu (16/10/2024), dikutip dari tayangan Kompas TV.

Siti Zuhro berpandangan, karakteristik itu telah dipertimbangkan presiden terpilih Prabowo Subianto dengan menunjuk sejumlah tokoh perempuan untuk menjadi menteri di kabinetnya kelak.

Total ada 6 tokoh perempuan yang masuk bursa calon menteri Prabowo, salah satunya adalah Sri Mulyani yang mengaku diminta Prabowo untuk kembali menjadi menteri keuangan.

Kendati demikian, Siti Zuhro mengingatkan bahwa perlu ada regenerasi sehingga perempuan-perempuan muda juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan di Indonesia.

"Bukan berarti terus-menerus sampai puluhan tahun direkrut, tidak bagus juga. Berarti SDM Indonesia tidak ada perkembangan. Sebaiknya ada regenerasi, ada pergantian dan sebagainya sesuai dengan konteks," ucap dia.

Siti Zuhro mengaku lega karena tokoh perempuan masih diakomodasi masuk ke kabinet Prabowo-Gibran meski ia berharap jumlahnya dapat lebih banyak.

Menurut dia, jumlah perempuan dan laki-laki yang menjadi menteri idealnya seimbang karena selisih jumlah penduduk laki-laki dan perempuan sangat tipis.

"Saya sambut positif kalau Pak Prabowo menambah jumlah perempuan tidak sekedar berhenti di hitungan. Sekarang ini jumlahnya sekitar 12 atau 11, jadi memang harus signifikan jumlahnya karena perempuan dengan laki-laki demografi kita selisihnya sangat amat tipis," kata Siti Zuhro.

Siti Zuhro melanjutkan, idealnya, jumlah menteri perempuan dan laki-laki di kabinet lebih seimbang karena

Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil 49 calon menterinya ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024) lalu.

Ada 6 tokoh perempuan yang dipanggil di antara puluhan calon menteri tersebut, yaknic Meutya Hafid (politikui Partai Golkar), Arifah Choiri Fauzi (pengurus Muslimat NU), Widyanti Putri Wardhana (pengusaha), Ribka Haluk (PJ Gubernur Papua Tengah), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), dan Veronica Tan (penggerak pemberdayaan Perempuan dan Anak).

Selain itu, ada pula sejumlah tokoh perempuan yang menghadap Prabowo keitka Prabowo memanggil para calon wakil menteri, antara lain, Christina Aryani (politikus Golkar), Isyana Bagoes Oka (politikus PSI), Diah Roro Esti (politikus Golkar), Prof Stella Christie (akademisi Tsinghua University), dan Diana Kusumastuti (pejabat Kementerian PUPR).

#siti-zuhro #menteri-perempuan #calon-menteri-prabowo #kabinet-prabowo

https://nasional.kompas.com/read/2024/10/16/16272671/pengamat-menteri-perempuan-biasa-detail-dan-amanah