"Legacy" Heru Budi di Kota yang Bukan Ibu Kota Negara Lagi
Heru Budi meninggalkan jejak positif sebagai Pj Gubernur Jakarta dengan berbagai inovasi untuk mengatasi banjir hingga polusi udara. Halaman all
(Kompas.com) 17/10/24 07:30 16587363
JAKARTA, KOMPAS.com - Heru Budi Hartono berakhir menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta pada hari ini, Kamis (17/10/2024).
Heru ditetapkan menjabat Pj untuk mengisi kursi Gubernur Jakarta yang ditinggalkan Anies Baswedan karena habis masa jabatan pada 16 Oktober 2022.
Sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta, Heru terus berusaha meninggalkan jejak positif, bahkan meneruskan warisan (legacy) dari para gubernur sebelumnya.
Keputusan pemindahan ibu kota ke Nusantara membawa tantangan bagi Jakarta, dan Heru Budi berkomitmen untuk memastikan bahwa kota ini tetap berkembang dan relevan.
Dalam masa kepemimpinannya, Heru telah melanjutkan langkah-langkah agar pembangunan Jakarta terus berjalan dan mengatasi masalah yang kerap terjadi di ibu kota.
Berikut adalah jejak positif Heru Budi berdasarkan catatan Kompas.com:
1. Pembuatan konstruksi pintu air
Salah satu fokus Heru adalah mengatasi masalah banjir di Jakarta yang selalu terjadi saat musim hujan.
Langkah yang dilakukan Heru adalah dengan membangun waduk dan memperbaiki tanggul di sejumlah daerah di Jakarta.
Heru menugaskan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta untuk meningkatkan kapasitas saluran air dan pembuatan konstruksi pintu air.
Tujuan dibangunnya konstruksi pintu air itu adalah agar aliran debit banjir tidak terhambat.
Pemasangan konstruksi pintu air telah dilakukan di beberapa titik di wilayah Jakarta Selatan, yakni Tanjung Barat dan Gandaria.
SDA Jakarta juga membangun saluran baru, memasang pintu air, dan melakukan normalisasi saluran air di kawasan Tanjung Barat dan Jagakarsa.
Adapun anak buah Heru juga melakukan pembangunan kolam penampungan air di bawah jalan dan perbaikan saluran air menuju ke rumah pompa eksisting di daerah Gandaria, Kebayoran Baru.
2. Sodetan Ciliwung
Meski Sodetan Ciliwung merupakan inisiatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, namun pada masa kepemimpinan Heru Budi, saluran untuk mengatasi banjir itu diresmikan.
Kehadiran Sodetan Ciliwung diharapkan dapat memitigasi banjir di Jakarta, khususnya di wilayah yang dialiri Sungai Ciliwung.
Beberapa tanggul di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat pun diperbaiki untuk menyiasati banjir yang kerap terjadi di daerah ini.
Pembangunan Sodetan Ciliwung memakan waktu yang panjang sejak proyek dimulai. Hal itu disebabkan beberapa kendala selama proses pembangunan.
Sodetan Kali Ciliwung membentang dari inlet (jalur masuk air) di Bidara Cina dan outlet (jalur keluar air) di Kebon Nanas.
Setelah terhenti bertahun-tahun, akhirnya proyek dilanjutkan kembali. Pembangunan Sodetan Ciliwung sebelumnya ditargetkan rampung pada April 2023.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa Sodetan Ciliwung ditargetkan beroperasi pada Juni 2023. Namun, proyek itu baru selesai dan diresmikan pada Juli 2023.
3. Aplikasikan RDF
Selain mengatasi banjir, Heru juga meminta seluruh jajarannya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk menyelesaikan masalah sampah di wilayahnya masing-masing.
Eks Wali Kota Jakarta Utara ini juga meminta Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup dapat menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif refuse derived fuel (RDF), seperti yang dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.
RDF disebut dapat dimanfaatkan sebagai pengganti batu bara yang masih menjadi bahan bakar utama dalam produksi semen.
Dengan fasilitas ini, sebanyak 2.000 ton sampah dapat diolah menjadi 700 ton RDF per hari.
RDF juga akan diaplikasikan di TPS Rorotan, Jakarta Utara, yang akan dibangun.
4. Water Mist dan bentuk satgas
Terkait masalah polusi udara Jakarta, Heru bertindak cepat. Ia mendorong perusahaan swasta untuk memasang water mist generator yang menyemprotkan air dari atap gedung tinggi demi menekan polusi udara.
Ada ratusan gedung di Jakarta yang sudah memasang water mist generator untuk mengatasi masalah cuaca di Jakarta.
Heru juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mengatasi masalah polusi udara di Jakarta.
Tak hanya itu, Heru memberlakukan work from home (WFH) untuk ASN dan melakukan uji emisi kendaraan secara ketat.
5. Program bebenah kampung
Selain itu, Heru juga membentuk program untuk penataan permukiman di Jakarta.
Ia melaksanakan Program Bebenah Kampung dan Bedah Rumah melalui sinergi dengan sejumlah pihak.
Sebagai contoh, kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam pelaksanaan Program Bebenah Kampung yang dilaksanakan di Pegangsaan, Jakarta Pusat.
Penataan permukiman juga dilakukan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Nantinya, program ini akan dilanjutkan ke wilayah lain untuk penataan permukiman yang lebih baik dan merata.
Dengan upaya ini, masyarakat berkesempatan mendapat lingkungan yang lebih sehat.
Revitalisasi rumah agar layak huni dengan prasarana serta sanitasi yang lengkap akan mendorong kesehatan masyarakat, khususnya dalam penurunan stunting.
#heru-budi-hartono-pj-gubernur-dki #masa-jabatan-heru-budi #heru-budi-hartono