Mentan Amran Bagikan Nomor Telepon Aduan Pemerasan Mengatasnamakan Kementan
Mentan Amran Sulaiman membagikan nomor telepon untuk melapor pemerasan yang mengatasnamakan Kementan. Laporkan segera jika menjadi korban! Halaman all
(Kompas.com) 17/10/24 15:13 16603319
Amran Sulaiman Meminta Masyarakat Melapor Jika Menjadi Korban Pemerasan
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman telah membagikan nomor telepon yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kasus pemerasan yang mengatasnamakan Kementerian Pertanian (Kementan).
Nomor tersebut disampaikan Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/10/2024).
"Ini, tolong, ini disampaikan juga nomor HP. Manakala ada korban, ada (yang) meminta fee dan seterusnya. Saya sebut saja 0812 3539 7615," ujar Amran.
Ia menyebutkan, nomor tersebut langsung terhubung ke dirinya. "Ini nomor HP dinas. Kalau ada langsung pengaduan, itu sebenarnya sudah banyak nomor kita sebar, tetapi ini langsung (tersambung) di tangan saya," tambahnya.
Pada hari yang sama, Amran memberhentikan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementan yang terlibat dalam praktik suap dengan total mencapai sekitar Rp 10 miliar terkait proyek kementerian.
Pemecatan tersebut dilakukan setelah Amran menerima laporan dari seorang pengusaha yang menjadi korban.
Ketiga ASN tersebut diduga meminta fee sebesar 25 persen dari fasilitasi proyek Kementan. Setelah diklarifikasi, mereka mengakui perbuatan tersebut.
"Tadi malam kami dapat laporan dari orang yang tidak bisa disebut namanya, mengatakan bahwa dari luar meminta proyek, kemudian (oknum) dari Kementerian Pertanian meminta fee 25 persen," ungkap Amran.
"Setelah kami panggil mungkin 5 menit, kami tanya, ternyata (ASN Kementan itu) sudah menerima uang kurang lebih Rp 10 miliar," lanjutnya.
Usai proses klarifikasi, Amran memutuskan untuk memproses surat pemberhentian ketiga ASN tersebut. Saat ini, kasus tersebut telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Ketiga ASN yang diberhentikan terdiri dari eselon II, eselon III, dan eselon IV. Meskipun demikian, Amran enggan memberikan penjelasan perinci mengenai proyek yang dimaksud.
Ia hanya menduga bahwa kebiasaan meminta fee tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Menurut pengakuan pelaku, suap yang diterima dikirim secara bertahap.
"Ini di pengakuannya sedikit-sedikit. Rp 100 juta, pernah Rp 500 juta, pernah juga Rp 1 miliar. Itu pengakuannya. Iya. Dia mengaku," tutup Amran.
#aparatur-sipil-negara #mentan-amran-sulaiman #pemerasan-kementan #nomor-telepon-aduan